RADARBONANG.ID - Desa Tawaran, di Kecamatan Kenduruan, Kabupaten Tuban — Jawa Timur — dikenal luas sebagai sentra pembuatan tape ketan tradisional.
Warga desa telah menggeluti usaha pembuatan tape secara turun-temurun, menjadikan tape khas Tawaran sebagai bagian dari identitas budaya dan penggerak ekonomi lokal.
Untuk merayakan warisan ini, masyarakat Desa Tawaran menggelar Grebeg Tape setiap tahun — sebuah festival dan perayaan kebersamaan yang mengangkat tape bukan hanya sebagai makanan, tetapi sebagai lambang tradisi, gotong-royong, dan kreativitas komunitas.
Festival ini menegaskan bahwa tape Tawaran lebih dari sekadar jajanan: ia adalah simbol kebanggaan lokal.
Gunungan Tape dan Kirab Budaya: Tradisi yang Hidup
Puncak dari Grebeg Tape adalah kirab gunungan — gunungan besar berisi ratusan hingga ribuan bungkus tape ketan, terkadang diiringi jajanan pasar dan hasil bumi lain — yang diarak keliling desa lalu dibawa ke lapangan utama untuk dibagikan atau diperebutkan oleh warga dan pengunjung.
Sebagai contoh, di tahun 2025, gunungan berisi sekitar 8.000 potong tape menjadi pusat perhatian dan kegembiraan warga.
Kirab ini bukan sekadar prosesi visual: rombongan membawa gunungan berjalan dari tapal batas desa menuju pusat festival, diiringi sambutan antusias warga di sepanjang jalan.
Tradisi ini bukan hanya mempertontonkan budaya, tapi juga mempererat rasa kebersamaan — antara warga desa, tetangga, dan pendatang.
Tape Tawaran: Warisan dan Seni Kuliner Lokal
Tape Tawaran dibuat dari beras ketan yang difermentasi secara tradisional, lalu dibungkus menggunakan daun ploso — metode yang diwariskan leluhur.
Karena prosesnya khas dan alami, tape memiliki aroma dan rasa manis lembut yang membedakannya dari tape massal.
Tradisi pembuatan tape ini telah melibatkan banyak keluarga di desa, menjadikannya sumber penghidupan sekaligus kebanggaan identitas lokal.
Lewat Grebeg Tape, produk ini tidak hanya dibagikan di lingkungan desa saja, tapi juga diperkenalkan ke pengunjung dari luar, menjadikannya bagian dari promosi budaya dan pariwisata lokal.
Hal ini membantu membuka peluang usaha mikro dan meningkatkan kesejahteraan warga.
Budaya, Ekonomi, dan Kebersamaan dalam Satu Tradisi
Grebeg Tape menunjukkan bagaimana tradisi kuliner dan budaya rakyat bisa dipertahankan dan dikembangkan seiring perubahan zaman.
Festival ini memadukan elemen budaya — seperti kirab, musik, tarian, dan gotong-royong — dengan aspek ekonomi lokal, melalui dukungan terhadap pengrajin tape dan promosi produk rumahan ke khalayak lebih luas.
Semangat kebersamaan dan partisipasi warga tampak jelas: seluruh desa bersinergi, mulai dari pengrajin, pemdes, hingga masyarakat umum, untuk menyukseskan festival.
Bagi banyak pihak, Grebeg Tape bukan semata hiburan tahunan — tetapi representasi nyata bagaimana warisan kuliner dan budaya lokal bisa menjadi kekuatan bersama.
Kenapa Grebeg Tape Layak Dipertahankan dan Dikembangkan
Tradisi seperti Grebeg Tape penting untuk dilestarikan karena:
-
Menjaga warisan budaya lokal yang unik, yaitu tape Tawaran dengan cita rasa dan cara pembuatan khas.
-
Memberdayakan masyarakat desa lewat usaha mikro — tape jadi sumber pendapatan dan identitas komunitas.
-
Menguatkan solidaritas sosial melalui gotong-royong dalam persiapan dan pelaksanaan festival.
-
Membuka kesempatan promosi budaya dan kuliner ke tingkat regional atau nasional, sekaligus mendukung pariwisata desa.
Grebeg Tape memberi pelajaran bahwa tradisi sederhana bisa memiliki nilai besar — sebagai warisan, identitas, dan penggerak ekonomi. Bagi Desa Tawaran, tape bukan sekadar makanan, tetapi bagian dari sejarah dan kehidupan kolektif masyarakat.
Dan lewat festival ini, semangat itu terus hidup, diperkenalkan ke generasi baru dan publik lebih luas.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah