RADARBONANG.ID – Tak hanya warga lokal yang terpesona dengan kekayaan budaya Riau, tiga bule asal Amerika Serikat — Max, Christian, dan Micah — juga ikut larut dalam semangat permainan tradisional Sepak Rago Tinggi di Kenegerian Kopah, Kabupaten Kuantan Singingi.
Ketiganya terlihat antusias saat mencoba permainan warisan leluhur yang sudah ada sejak tahun 1833 ini.
Dengan pakaian kasual dan semangat membara, mereka berbaur bersama warga setempat di lapangan terbuka.
Baca Juga: Tari Saman Gayo: Harmoni Gerak dan Kebersamaan yang Tak Lekang oleh Zaman
Sorak-sorai penonton pecah ketika Max, salah satu dari tiga bule tersebut, berhasil melakukan sepakan tinggi yang sempurna dan memasukkan bola ke payung — sasaran utama permainan ini.
Aksi itu langsung disambut dengan tepuk tangan riuh dan selebrasi unik ala pesepak bola profesional yang dilakukan Max.
Warisan Kerajaan yang Sarat Nilai Filosofis
Permainan Sepak Rago Tinggi bukan sekadar hiburan rakyat.
Tradisi ini berasal dari keluarga kerajaan Kenegerian Kopah dan dulunya hanya dimainkan dalam upacara kebesaran.
Kini, ia berkembang menjadi simbol kebanggaan masyarakat Kuantan Singingi yang selalu dimainkan dalam acara adat dan peringatan hari besar daerah.
Sepak Rago Tinggi dimainkan oleh 7 hingga 15 orang yang berdiri membentuk lingkaran. Mereka menggunakan bola dari anyaman rotan yang lentur namun kuat.
Para pemain harus berkoordinasi menjaga bola tetap di udara tanpa menyentuh tanah, sambil memadukan gerakan silat dan tari yang indah dan penuh makna.
Tujuan akhirnya: memasukkan bola ke payung raksasa yang tergantung setinggi lebih dari 7 meter di atas tanah.
Dibutuhkan ketepatan, kecepatan, dan kekompakan tingkat tinggi untuk melakukannya.
Budaya yang Mendunia
Kehadiran tiga warga asing asal Amerika ini menjadi bukti bahwa permainan tradisional Indonesia tak kehilangan daya tariknya di mata dunia.
Banyak wisatawan asing kini tertarik mempelajari permainan tradisional karena nilai filosofisnya yang dalam — tentang kerjasama, keseimbangan, dan sportivitas.
“Sepak Rago Tinggi bukan hanya tentang siapa yang menang, tapi tentang bagaimana kita menjaga bola tetap hidup — seperti kita menjaga tradisi,” kata salah satu tokoh adat Kenegerian Kopah.
Pemerintah daerah Kuantan Singingi pun berencana menjadikan permainan ini sebagai bagian dari atraksi wisata budaya unggulan Riau.
Selain menjadi tontonan menarik, permainan ini juga menjadi cara efektif memperkenalkan kearifan lokal kepada dunia.
Dengan keikutsertaan Max, Christian, dan Micah, Sepak Rago Tinggi kini bukan lagi milik lokal semata, tapi warisan budaya Nusantara yang mulai mendunia.(*)
Editor : Muhammad Azlan Syah