Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Wejangan Jawa kuno: Sak Beja-Bejane Wong Lali, Isih Beja Wong Kang Eling Lan Waspada, Berikut Arti dan Maknanya

Amin Fauzie • Jumat, 10 Oktober 2025 | 20:25 WIB
Sak beja-bejane wong lali, isih beja wong kang eling lan waspada, wejangan Jawa kuno ini memiliki arti yang mendalam tentang cara menjalani hidup.
Sak beja-bejane wong lali, isih beja wong kang eling lan waspada, wejangan Jawa kuno ini memiliki arti yang mendalam tentang cara menjalani hidup.

RADARBONANG.ID - Di tengah derasnya arus modernisasi dan gemerlap dunia, pepatah Jawa kuno “Sak beja-bejane wong lali, isih beja wong kang eling lan waspada” tetap menjadi nasihat yang relevan hingga kini.

Kalimat sederhana ini mengandung makna mendalam tentang kesadaran hidup — sebuah ajaran agar manusia tidak tersesat oleh kilauan dunia, tetapi senantiasa sadar akan asal-usul dan tujuan hidupnya.

Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, pepatah ini berarti: “Sebesar apa pun keberuntungan orang yang lupa, masih lebih beruntung orang yang ingat dan waspada.”

Baca Juga: Ramalan Weton Jumat Kliwon Bulan Oktober 2025: Rezeki, Asmara, dan Kesehatan yang Perlu Diwaspadai

Artinya, Orang yang lupa mungkin tampak beruntung secara lahiriah, kaya harta atau jabatan, namun sejatinya berjalan di kegelapan batin. Hidupnya ramai di luar, tapi sepi di dalam.

Sebaliknya, orang yang eling (ingat) dan waspada (berhati-hati) adalah pemilik keberuntungan sejati.

Eling bukan sekadar mengingat Tuhan dengan lisan, melainkan menyadari dan merasakan kehadiran-Nya di setiap napas kehidupan.

Sementara waspada berarti peka terhadap setiap getaran halus kehidupan, berhati-hati terhadap kesombongan dan nafsu yang kerap menyamar sebagai kebaikan.

Ketika keduanya menyatu, lahirlah ketenangan yang sejati.

Orang seperti ini tidak mudah goyah oleh cobaan, tidak silau oleh kemewahan, karena cahaya hidupnya bersumber dari dalam dirinya sendiri — bukan dari dunia luar yang fana.

Wejangan ini menjadi pengingat berharga di era kini, ketika manusia lebih sibuk berpikir daripada merasakan, lebih sibuk mengejar daripada mensyukuri.

Padahal, sejatinya keberuntungan tidak diukur dari banyaknya harta, melainkan dari kedalaman rasa — rasa yang sadar dan waspada dalam menjalani hidup.

Dikutip dari akun Facebook Rohso Jowo, terkait hal tersebut terdapat pesan bijak yang sejalan dengan pepatah Jawa di atas, yakni petuah dari Mbah Waskita Jawi:

"Jangan kagum pada orang yang sedang beruntung, tetapi kagumlah pada orang yang tetap ingat saat susah dan tetap waspada saat mulia."

Pesan ini bukan sekadar untuk dihafalkan, melainkan untuk dihidupkan.

Sebab hidup sejati bukan soal panjang umur atau banyak harta, tetapi tentang kesadaran dan kewaspadaan dalam setiap langkah.

Di sanalah letak keberuntungan sejati — terang yang tak pernah padam, karena bersumber dari jiwa yang selalu terhubung dengan Sang Pencipta. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Sak beja bejane wong lali isih beja wong kang eling lan waspada #pepatah Jawa kuno #wejangan