RADARBONANG.ID - Dalam tradisi Jawa, tirakat tidak hanya dipahami sebagai cara mengurangi kenyamanan hidup, tetapi juga sebagai jalan untuk membersihkan batin.
Salah satu bentuk tirakat yang masih dikenal hingga sekarang adalah ngrowot.
Bagi banyak orang, pertanyaan yang sering muncul adalah apa itu puasa ngrowot?
Secara sederhana, ngrowot adalah laku meninggalkan nasi dan menggantinya dengan buah-buahan serta tanaman sebagai makanan sehari-hari.
Leluhur Jawa percaya nasi memang sumber kenyang, tetapi juga bisa menjadi simbol keterikatan nafsu.
Menariknya, pandangan ini sejalan dengan ilmu kesehatan modern yang menjelaskan bahwa beras putih kaya karbohidrat dan cepat meningkatkan kadar gula darah.
Arti dan Filosofi Ngrowot
Kata “ngrowot” berasal dari “rowot” yang berarti buah. Orang yang menjalani puasa ngrowot hanya makan buah, sayur, atau umbi, serta meninggalkan nasi dan daging.
Nasi dianggap lambang kenyamanan, sehingga meninggalkannya bermakna melepaskan pamrih dan hawa nafsu yang paling berat.
Sebaliknya, buah dan sayuran dipandang sebagai simbol kesucian, makanan ringan yang menyucikan tubuh dan mencerahkan pikiran.
Makna Ngrowot
Ngrowot mengandung makna spiritual yang dalam. Tidak makan nasi, yang sudah menjadi kebiasaan sehari-hari, adalah ujian nyata dalam menahan hawa nafsu.
Ketika seseorang bisa lepas dari ketergantungan pada nasi, dia juga belajar mengurangi pamrih dan mendapatkan kejernihan batin.
Rasa lapar yang muncul justru menjadi pengingat untuk selalu ingat kepada Tuhan, sekaligus melatih kesadaran diri.
Manfaat Ngrowot
Ngrowot tidak hanya baik untuk jiwa, tetapi juga bermanfaat bagi tubuh.
Dengan mengurangi nasi putih yang memiliki indeks glikemik tinggi, kadar gula darah lebih stabil dan risiko diabetes menurun.
Buah serta sayuran yang kaya serat dan rendah kalori membantu menjaga berat badan tetap ideal.
Serat alami juga membersihkan sistem pencernaan, memperkuat metabolisme, dan memberikan energi ringan tanpa rasa kantuk seperti setelah makan nasi berlebih.
Bagi mereka yang berusia 40 tahun ke atas, puasa ngrowot bisa menjadi cara alami untuk menjaga kesehatan agar terhindar dari penyakit degeneratif seperti kolesterol, hipertensi, maupun diabetes.
Bagi leluhur Jawa, nasi adalah simbol pamrih dan rasa nyaman yang harus dikendalikan.
Dalam ilmu modern, nasi putih memang karbohidrat tinggi yang perlu dibatasi untuk menjaga kesehatan.
Dari sinilah ngrowot menjadi titik temu: tirakat batin untuk mengendalikan hawa nafsu sekaligus tirakat jasmani untuk menjaga kesehatan.
Cara Melakukan Ngrowot
Biasanya ngrowot dilakukan pada hari-hari tertentu, misalnya saat weton, Senin–Kamis, atau setiap selapan sekali.
Makanan yang dipilih adalah buah segar, sayuran rebus, umbi, serta air putih.
Praktik ini dijalani bukan semata untuk mengisi perut, tetapi dengan niat mengingat Tuhan, membersihkan batin, sekaligus merawat tubuh.
Kesimpulannya, Ngrowot lebih dari sekadar “tidak makan nasi”.
Ia adalah laku spiritual sekaligus cara menjaga kesehatan yang diwariskan leluhur Jawa.
Pesan yang ditanamkan sederhana namun dalam: siapa yang bisa menahan diri dari nasi, akan lebih mudah menahan hawa nafsu.
Dan siapa yang mampu menahan hawa nafsu, akan lebih dekat dengan kebijaksanaan serta kesehatan lahir batin. (*)
Editor : Amin Fauzie