RADARBONANG.ID - Tradisi Sembahyang Arwah Leluhur atau Cit Gwee kembali digelar di Tempat Ibadah Tri Dharma (TITD) Tjoe Ling Kiong (TLK), Jalan Panglima Sudirman, Tuban, Selasa (9/9).
Suasana religius berpadu dengan nuansa sosial terasa begitu kental, ketika ratusan warga kurang mampu tampak berbaris menanti giliran menerima tumpeng kecil berisi nasi kerucut, beras, dan snack.
Tradisi ini bukan hal baru bagi umat Tri Dharma—Konghucu, Tao, dan Buddha—yang sudah turun-temurun dilaksanakan sejak ribuan tahun lalu.
Peringatan Cit Gwee sendiri selalu jatuh pada tanggal 15 bulan 7 dalam kalender Imlek, sebagai bentuk penghormatan kepada arwah leluhur yang diyakini membutuhkan doa dan perhatian dari keturunannya.
Rangkaian acara diawali dengan sembahyang bersama di altar kelenteng yang terletak di utara Alun-Alun Tuban.
Setelah prosesi doa selesai, antrean warga langsung bergerak maju menuju pintu kelenteng.
Mereka menerima tumpeng kecil yang dihiasi kertas segitiga merah dan kuning.
Kertas itu berisi tulisan Hanzi atau Mandarin yang memuat doa, harapan, dan penghormatan untuk para leluhur.
Liana, salah satu panitia Sembahyang Arwah Leluhur, menyampaikan bahwa Cit Gwee tidak hanya digelar di Tjoe Ling Kiong, melainkan juga akan dilaksanakan di TITD Kwan Sing Bio Tuban pada Sabtu (13/9) pukul 11.00.
“Tradisi ini menjadi momen kebersamaan umat, sekaligus berbagi dengan masyarakat sekitar,” ujarnya.
Dengan nuansa sakral yang berpadu dengan kepedulian sosial, Cit Gwee di Tuban terus menjadi bagian penting dari warisan budaya leluhur yang lestari hingga kini. (*)
Editor : Amin Fauzie