RADARBONANG.ID – Tanggal 21 Juli 2025 jatuh pada hari Senin Wage, dan bagi yang meyakini primbon Jawa atau paniten kejawen, ini bukan sekadar hari biasa.
Terdapat berbagai pertimbangan spiritual dan numerik yang dipercaya dapat mempengaruhi keberuntungan, rezeki, bahkan nasib perjalanan hidup.
Mari kita simak bagaimana perhitungan weton ini dapat dijadikan acuan agar segala rencana berjalan lebih lancar dan penuh berkah.
Dengan jumlah neptu 8 (Senin 4 Wage 4), hari Senin Wage di bulan Suro pada tanggal ini diprediksi membawa aura hoki yang kuat, khususnya dalam konteks bulan Suro(Muharram 1447 H).
Dalam primbon, nilai keberuntungan atau laksu Senin Wage kali ini mencapai angka 3, yang berarti sangat baik secara spiritual dan materi.
Ini bisa dijadikan motivasi terutama bagi Anda yang lahir di hari Senin Wage.
Tetap iringi keberuntungan dengan kerja keras dan ikhtiar, agar rezeki mengalir lancar.
Weton Naas di Hari Ini
Waspadalah bagi Anda yang memiliki weton Jumat Legi, Jumat Pahing, atau Sabtu Pahing.
Pasalnya, Senin Wage di bulan Suro ini bertepatan dengan hari naas bagi ketiga weton tersebut.
Disarankan untuk tidak melakukan aktivitas penting, seperti perjalanan jauh, hajatan, atau memulai usaha baru.
Bila memungkinkan, tunda dulu hingga hari yang lebih netral secara perhitungan Jawa.
Arah Keberuntungan: Hindari Barat Daya, Pilih Timur dan Utara
Hari Senin Wage memang hari hoki untuk bepergian, asalkan tidak ke arah barat daya, yang merupakan arah pantangan pada hari itu.
Jika Anda hendak mengikuti ujian, wawancara kerja, atau negosiasi bisnis, maka arah timur dan utara bisa membawa keberuntungan lebih besar.
Mulai Usaha Baru? Sebaiknya Hindari Hari Ini
Meski membawa aura positif bagi sebagian orang, Senin Wage di bulan Suro bukanlah hari ideal untuk memulai bisnis baru.
Dalam primbon, hari ini dikategorikan sebagai dino pecak—hari yang secara energi tidak harmonis dengan kegiatan ekonomi baru.
Sebaiknya pilih hari lain yang lebih sesuai secara weton untuk memulai usaha Anda.
Arah Rezeki: Menuju Utara atau Barat
Jika Anda hendak bepergian demi mencari nafkah atau berdagang, maka arah keberuntungan sandang pangan pada hari ini berada di arah utara dan barat.
Gunakan arah ini untuk aktivitas ekonomi agar potensi rezeki makin terbuka lebar.
Pindah Rumah atau Bangun Rumah: Boleh, Tapi Ada Syaratnya
Hari Senin Wage di bulan Suro ini masuk dalam kategori boleh digunakan untuk keperluan pindahan atau membangun rumah.
Namun, perlu dicatat bahwa arah utara harus dihindari jika Anda hendak pindah rumah.
Ini untuk menghindari benturan energi negatif yang bisa memengaruhi kenyamanan dan keharmonisan di tempat tinggal baru.
Akad Nikah dan Hajatan: Perlu Dipertimbangkan Lagi
Meskipun menurut wuku Perangbakat hari ini tergolong baik (termasuk dalam dino ayu lan kuku), namun karena jatuh di bulan Suro (Muharram) yang bukan bulan baik untuk pernikahan menurut keyakinan kejawen, disarankan untuk menunda akad nikah.
Apalagi satu dari tiga hasil perhitungan menunjukkan tibo satru, yaitu bermakna permusuhan atau konflik.
Maka, Senin Wage di bulan Suro sebaiknya bukan pilihan untuk melangsungkan pernikahan.
Urusan Pemerintahan dan Kegiatan Resmi: Hari Sangat Baik
Jika Anda berurusan dengan instansi pemerintah, administrasi, atau kegiatan formal lainnya, maka Senin Wage di bulan Suro ini termasuk hari yang sangat baik.
Ini karena posisi tanggal 21 Juli 2025 dalam sistem Hijriah berada dalam fase yang cocok untuk kegiatan-kegiatan resmi dan birokratis.
Kesimpulannya, Senin Wage, 21 Juli 2025, menawarkan potensi keberuntungan yang kuat, terutama bagi mereka yang lahir di hari tersebut.
Namun, tak semua weton mendapat berkah yang sama.
Penting untuk memperhatikan arah, jenis kegiatan, dan waktu pelaksanaan agar selaras dengan energi hari itu.
Meskipun bukan patokan mutlak, mengikuti tuntunan primbon bisa menjadi bentuk kehati-hatian dan usaha menjaga harmoni dalam hidup.
Ingat, keberuntungan tetap harus dijemput dengan usaha, doa, dan kebijaksanaan.
Dan tentu saja, memperhatikan Senin Wage di bulan Suro bisa menjadi bagian dari ikhtiar bijak dalam menjalani hari. (*)
Editor : Amin Fauzie