Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mitos Burung Perkutut: Simbol Keberuntungan dan Penjaga Alam Gaib

Amin Fauzie • Sabtu, 19 Juli 2025 | 19:05 WIB
Burung perkutut yang kaya mitos dalam budaya Jawa.
Burung perkutut yang kaya mitos dalam budaya Jawa.

RADARBONANG.ID – Burung perkutut bukan sekadar burung kicauan yang merdu.

Di banyak daerah di Indonesia, keberadaannya lekat dengan mitos dan kepercayaan turun-temurun.

Konon, burung ini bisa mendatangkan keberuntungan, menjadi penjaga spiritual, hingga dikaitkan dengan tanda cinta atau kematian.

Tapi, seberapa benarkah semua itu?

Perkutut memang punya daya tarik istimewa: kicauannya lembut, bergetar tenang, dan memberi kesan damai.

Masyarakat Jawa, khususnya, percaya bahwa suara burung perkutut di pagi hari adalah pertanda baik, rejeki lancar, urusan ringan, dan rumah tangga adem ayem.

Tak sedikit yang menggantungkan harapan pada nyanyian burung mungil ini.

Bahkan ada kepercayaan bahwa jika perkutut berkicau dengan irama tertentu, itu adalah pertanda akan datang tamu atau rejeki tak terduga.

Di sisi lain, ada juga mitos yang menyebut bahwa perkutut bisa memberi peringatan lewat perubahan perilaku atau suara.

Mitos Populer: Burung Penjaga Alam Gaib?

Sebagian kalangan menganggap perkutut sebagai burung yang bisa melihat hal-hal gaib.

Ia dipercaya sebagai penjaga rumah yang bisa menangkal energi negatif atau bahkan menjadi perantara antara manusia dan alam halus.

Ada juga kisah-kisah rakyat yang menyebut bahwa perkutut adalah jelmaan leluhur atau makhluk suci yang datang untuk menjaga keturunannya.

Tak heran jika beberapa orang melakukan perawatan khusus—bahkan sampai pada ritual tertentu—untuk memelihara burung ini, berharap agar tuahnya tak hilang.

Benarkah Ada Kekuatan Magis?

Secara ilmiah, belum ada penelitian yang menyebut bahwa burung perkutut mampu membawa keberuntungan atau mengusir energi buruk.

Namun, mendengarkan suara alam—termasuk suara burung—memang terbukti dapat menurunkan stres dan memberikan efek relaksasi.

Mungkin dari sinilah persepsi damai dan beruntung itu muncul.

Faktanya, burung perkutut termasuk dalam keluarga Columbidae, yang tersebar luas di Asia Tenggara dan memiliki habitat alami di hutan, semak, hingga ladang terbuka.

Keunikan suara dan penampilan anggun mereka membuat perkutut populer di kalangan penggemar burung, bukan semata karena mitosnya.

Perawatan: Lebih dari Sekadar Ritual

Mitos yang menyebut bahwa perkutut hanya bisa hidup jika dirawat dengan cara-cara tertentu—seperti memberi makan di waktu-waktu khusus, atau menaruh sangkar di arah mata angin tertentu—tidak sepenuhnya terbukti.

Namun yang pasti, perkutut membutuhkan perawatan yang penuh perhatian: pakan yang bergizi, kandang yang bersih, serta interaksi yang rutin agar tetap sehat dan jinak.

Memelihara perkutut bukan hanya tentang keberuntungan, tapi soal tanggung jawab.

Simbol Budaya yang Perlu Dijaga

Burung perkutut bukan hanya makhluk hidup biasa, ia telah menjadi bagian dari budaya dan identitas bangsa.

Di beberapa wilayah, perkutut bahkan dijadikan simbol dalam upacara adat atau lambang harmoni rumah tangga.

Tapi di tengah tren peliharaan ini, penting juga mempertanyakan: apakah perkutut di alam masih aman?

Permintaan pasar yang tinggi bisa mengancam populasi liar.

Karenanya, langkah konservasi dan edukasi penting untuk memastikan bahwa pelestarian budaya tidak menyingkirkan kepentingan ekosistem.

Memelihara burung perkutut bukan masalah boleh atau tidak.

Tapi penting untuk menyeimbangkan antara tradisi dan fakta.

Tidak semua mitos bisa dibuktikan, namun juga tidak semua harus ditolak mentah-mentah.

Yang pasti, jangan sampai kepercayaan membuat kita lalai pada kesejahteraan si burung itu sendiri.

Pungkasnya, burung perkutut memang penuh pesona, baik dari sisi suara maupun nilai-nilai simboliknya.

Namun jika Anda tertarik memelihara, lakukanlah dengan sepenuh hati dan bijaksana.

Jangan sekadar berharap tuah, tapi rawatlah dengan cinta. Karena mungkin, keberuntungan itu datang bukan dari mitos, melainkan dari ketulusan Anda sendiri. (*)

Editor : Amin Fauzie
#keberuntungan #kekuatan magis #mitos #budaya #kepercayaan turun temurun #penjaga Alam Gaib #masyarakat jawa #Burung Perkutut