Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Wajib Ekstra Hati-Hati! 11 Weton Tulang Wangi Ini Rawan Energi Gaib di Bulan Suro

Amin Fauzie • Senin, 7 Juli 2025 | 14:45 WIB
Bagi mereka pemilik weton tulang wangi disarankan ekstra hati-hati di bulan Suro. Foto adalah ilustrasi.
Bagi mereka pemilik weton tulang wangi disarankan ekstra hati-hati di bulan Suro. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Dalam kepercayaan masyarakat Jawa, bulan Suro bukan sekadar penanda awal tahun dalam kalender Jawa, tetapi juga dikenal sebagai waktu di mana gerbang gaib terbuka lebar.

Kondisi ini dipercaya membawa dampak besar, terutama bagi mereka yang lahir dengan weton tulang wangi. Siapa saja mereka, dan apa dampaknya?

Tulang wangi atau disebut juga gondo arum, adalah sebutan bagi orang-orang yang lahir dengan energi spiritual kuat dan harum secara batiniah.

Menurut kepercayaan, energi ini bukan hanya menarik perhatian sesama manusia, tapi juga menarik perhatian makhluk tak kasatmata seperti arwah leluhur atau lembut-lembut gaib di sekitar.

Karena itulah, mereka yang memiliki weton tulang wangi disarankan untuk ekstra hati-hati di bulan Suro.

Terbukanya gerbang gaib dapat menyebabkan gesekan energi antara pemilik weton dan lingkungan sekitarnya.

Bagi yang tidak kuat, efek negatif bisa dirasakan secara fisik maupun mental, dari rasa lelah tanpa sebab, badan pegal-pegal, mudah emosi, hingga mengalami mimpi atau gangguan mistis.

Berikut adalah 11 weton yang termasuk dalam kategori Tulang Wangi, yang disarankan untuk waspada di bulan Suro:

  1. Senin Pahing (Soma Jenar)
  2. Selasa Wage (Sumo Cemengan)
  3. Selasa Kliwon (Sumo Kasasih)
  4. Selasa Legi (Anggoro Manis)
  5. Rabu Pahing (Budha Jenar)
  6. Rabu Kliwon (Budha Kasih)
  7. Kamis Wage (Respati Cemengan)
  8. Sabtu Legi (Tumpak Manis)
  9. Sabtu Wage (Tumpak Cemengan)
  10. Minggu Pon (Radite Palguna)
  11. Minggu Kliwon (Radite Kasih)

Bahaya dan Anjuran

Di malam-malam tertentu, terutama malam satu Suro, energi gaib ini dikabarkan memuncak.

Maka bagi para pemilik weton tersebut, sebaiknya hindari kegiatan yang berisiko tinggi seperti naik gunung, bepergian jauh tanpa perlindungan doa, atau melakukan aktivitas di tempat yang wingit (angker).

Interaksi antara dunia nyata dan gaib disebut bisa lebih mudah terjadi.

Namun tidak semua tentang Suro dan tulang wangi bersifat negatif.

Justru bagi yang mampu mengelola energi spiritualnya dengan baik, terbukanya gerbang gaib juga membawa dampak positif.

Mereka yang tekun berdoa, rajin tirakat, serta mendekatkan diri kepada Tuhan, dipercaya akan lebih mudah dikabulkan doanya.

Tirakat untuk Menyelaraskan Energi

Dalam tradisi kejawen, tirakat seperti puasa mutih, puasa weton, atau puasa hari-hari wingit seperti Selasa Kliwon hingga Jumat Kliwon disarankan untuk menjaga keseimbangan energi.

Sementara bagi umat Islam, puasa Senin-Kamis, serta memperbanyak dzikir dan doa juga menjadi sarana untuk memperkuat perlindungan spiritual.

Intinya, bulan Suro adalah waktu penuh energi mistik. Weton tulang wangi bisa terkena dampak negatif jika lalai, tapi juga bisa mendulang berkah luar biasa bila menjaga sikap, niat, dan spiritualitas.

Pungkasnya, jangan sampai rasa takut berlebihan mengalahkan keyakinan kita pada kuasa Tuhan.

Tetap tenang, waspada, dan perbanyak ibadah. Karena doa-doa yang tulus di bulan Suro ini, bisa saja dikabulkan melalui jalan yang tak terduga. (*)

Editor : Amin Fauzie
#bulan Suro #kepercayaan masyarakat Jawa #weton tulang wangi #waspada #gangguan mistis #Hati-hati #Mimpi #efek negatif