Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Fakta Asli Kidung Wahyu Kolosebo: Bukan Ciptaan Sunan Kalijaga, Inilah Sosok Asli di Baliknya

Amin Fauzie • Kamis, 3 Juli 2025 | 12:25 WIB
Kidung Wahyu Kolosebo karya Sri Narendra Kalaseba bukan sekadar tembang. Ia adalah refleksi jiwa, doa yang bernyanyi, dan cahaya yang ditanam dalam setiap bait.
Kidung Wahyu Kolosebo karya Sri Narendra Kalaseba bukan sekadar tembang. Ia adalah refleksi jiwa, doa yang bernyanyi, dan cahaya yang ditanam dalam setiap bait.

RADARBONANG.ID – Kidung Wahyu Kolosebo selama ini kerap dikaitkan dengan warisan budaya spiritual para Wali Songo, bahkan banyak yang mengira tembang ini ciptaan Sunan Kalijaga.

Namun fakta sebenarnya jauh berbeda. Kidung ini bukan peninggalan kuno, bukan pula hasil saduran kitab lama.

Wahyu Kolosebo adalah ciptaan orisinal di abad modern yang lahir dari proses panjang dan kontemplatif seorang seniman muda: Sri Narendra Kalaseba.

Sri Narendra Kalaseba menyusun Kidung Wahyu Kolosebo selama sembilan tahun penuh.

Dia bukan sekadar penggiat budaya, tapi juga sosok spiritualis muda yang dengan tekun merangkai bait-bait kidung ini dari hasil laku batin dan perjalanan spiritual pribadinya.

Kidung ini bukan hasil plagiat, bukan copy-paste dari buku-buku kuno, apalagi sekadar klaim warisan masa lalu.

Justru ia menciptakannya sebagai bentuk pengabdian dan persembahan untuk para pencari Ilahi—mereka yang merindu Tuhannya di tengah hiruk-pikuk zaman.

Menariknya, Sri Narendra secara konsisten menolak tampil di panggung untuk membawakan tembang ciptaannya sendiri. Bagi dia, Wahyu Kolosebo bukan lagu hiburan biasa.

Ini tembang sakral. Meski begitu, ia tak melarang orang lain melantunkannya, bahkan mendorong siapa pun yang merasa tersentuh untuk turut meresapi dan menyebarkan maknanya.

Kidung Wahyu Kolosebo menyimpan pesan-pesan mendalam tentang perjuangan melawan hawa nafsu, meraih kesucian hati, membangun kesadaran diri sebagai hamba, hingga menjadi manusia sejati yang berbakti kepada Tuhan.

Setiap lariknya memiliki makna yang menggugah jiwa, seperti:

    “Hameteg ingsun, nyirep geni wiso murko, meper hardaning ponco, saben ulesing netro...”
    (Tuhan... saya sudah bertekat, pada setiap hembusan nafas dan setiap kedipan mata, saya akan berperang melawan para iblis di medan laga...)

Itulah salah satu potongan bait dalam Kidung Wahyu Kolosebo yang dikutip dari sang penciptanya, Sri Narendra Kalaseba, pada 28 Juli 2019.

Sri Narendra Kalaseba dalam kidung ini mengajak para pembacanya menyelami kedalaman makna spiritual, bukan sekadar menyanyikan irama yang menyejukkan.

Terkait tentang simpang siur yang beredar  terkait siapa pencipta kidung ini, Sri Narendra membantah dengan tegas bahwa semua klaim yang menyebut penciptanya selain dirinya adalah tidak benar.

Bahkan dia menyebut, tidak ada satu pun naskah atau seratan kidung ini yang ditemukan dalam pustaka kuno. Setiap bait adalah hasil perenungan pribadinya, bukan warisan atau jiplakan.

"Sekiranya Bisa Dijadikan Sebagai Refrensi Karya Tulis Tentang Riwayat, Sejarah, Kebenaran, Pemahaman, Pengertian, Pengetahuan Serta Makna Kidung Wahyu Kolosebo Oleh Para Akademisi, Para Penggiat Media Sosial, Para Sejarawan, Seniman & Budayawan. Agar Tidak Salah Kaprah Serta Tidak Termakan Penyebaran Berita Hoaks Soal Kidung Wahyu Kolosebo Yang Bertahun-tahun Terus Berkembang Bahkan Mengundang Perdebatan," tulisnya.

Lebih dari sekadar karya sastra atau budaya, Kidung Wahyu Kolosebo adalah ekspresi cinta.

Ia disusun dengan hati, dilantunkan dari jiwa, dan dituangkan demi nama Cinta—cinta kepada Tuhan dan kepada sesama manusia.

Bagi siapa pun yang ingin menjadikan kidung ini sebagai referensi spiritual, karya tulis, atau pelestarian budaya, penciptanya dengan terbuka mempersilakan.

Namun ia berharap agar semua informasi disampaikan secara benar, tidak keliru, dan tidak menjurus pada hoaks yang menyesatkan publik.

Pungkasnya, Kidung Wahyu Kolosebo bukan sekadar tembang. Ia adalah refleksi jiwa, doa yang bernyanyi, dan cahaya yang ditanam dalam setiap bait.

Semoga yang membaca, mendengar, maupun menyanyikannya turut tersentuh dan kembali kepada hakikat Ilahi yang hakiki. (*)

Editor : Amin Fauzie
#fakta #Ciptaan Sunan Kalijaga #bait #Sri Narendra Kalaseba #Kidung Wahyu Kolosebo #pencipta