RADARBONANG.ID – Kidung Wahyu Kolosebo adalah salah satu karya spiritual kontemporer yang sarat makna dan kedalaman batin.
Berbeda dari anggapan populer yang kerap menyebutnya sebagai warisan Wali Songo atau karya Sunan Kalijaga, fakta yang sebenarnya adalah: kidung ini merupakan ciptaan orisinal seorang seniman muda bernama Sri Narendra Kalaseba.
Diciptakan secara murni tanpa menyalin dari buku kuno atau manuskrip lama, Kidung Wahyu Kolosebo lahir dari proses panjang selama sembilan tahun.
Setiap baitnya merupakan hasil kontemplasi, perenungan spiritual, dan laku batin pribadi sang pencipta.
Melalui keterangan resmi yang ditulisnya pada 28 Juli 2019, Sri Narendra menjelaskan bahwa kidung ini bisa dijadikan referensi akademik maupun spiritual.
Dia berharap agar masyarakat, terutama para akademisi, sejarawan, budayawan, hingga pegiat media sosial, tidak salah paham atau termakan hoaks soal asal-usul kidung ini.
Lirik dan Terjemahan Kidung Wahyu Kolosebo
Setiap bait dalam kidung ini mengandung nilai perjuangan spiritual, pengendalian diri, pencarian makna hidup, hingga puncaknya adalah penyatuan dengan Tuhan.
Berikut beberapa bait penting beserta terjemahan resminya dari penciptanya:
RUMEKSO INGSUN LAKU NISTO NGOYO WORO
KELAWAN MEKAK HOWO, HOWO KANG DUR ANGKORO
"Tuhan... saya akan berjuang memerangi sifat dusta dalam diri, membentengi jiwa dari nafsu angkara murka, meski syetan terus menggoda sepanjang zaman."
HAMETEG INGSUN, NYIREP GENI WISO MURKO
MEPER HARDANING PONCO, SABEN ULESING NETRO
"Tuhan... saya bertekad memadamkan api angkara dalam tubuh, mengendalikan lima pancaindra agar tak dikendalikan iblis."
JIWANGGO KALBU SAMODRO PEPUNTONING LAKU
TUMUJU DATENG GUSTI DZAT KANGA AMURBO DUMADI
"Ketika jiwa telah bersatu dengan Tuhan, maka segala doa akan dikabulkan dan hidup penuh keberkahan meski tanpa banyak usaha."
SUMEBYAR ING SUKSMO MADU SARINING PERWITO
SENGKOLO TIDO MUKSO KOLOBENDU NYOTO SIRNO
"Saat jiwa dipenuhi ilmu dan kasih sayang, segala kesedihan dan amarah akan sirna, lalu jiwa menjadi merdeka dari hawa nafsu."
MUGIYO DEN SEDYO PUSOKO KALIMOSODO
BEJO MULYO WASKITO DIGDOYO BOWO LEKSONO
"Semoga Tuhan menanamkan iman sejati dan memberikan kemuliaan, keberuntungan, serta kekuatan untuk menebar kebaikan kepada sesama."
SATRIYO TOTO SEMBODO WIROTOMO KATON SEWU KARTIKO
KETAMAN WAHYU KOLOSEBO
"Wahyu Kolosebo adalah simbol kemenangan spiritual, menjadikan pribadi bijak yang mampu menebar cahaya damai dan kebenaran."
Makna Kidung yang Lebih dari Sekadar Syair
Kidung Wahyu Kolosebo bukan hanya karya seni suara. Ia adalah refleksi jiwa, doa yang bernyanyi, dan cahaya yang ditanam dalam tiap larik.
Diciptakan dengan penuh cinta, disusun dengan hati, dan dilantunkan dari relung jiwa terdalam.
Sri Narendra juga menegaskan bahwa ia tidak pernah tampil membawakan kidung ini secara langsung. Baginya, Wahyu Kolosebo adalah tembang sakral, bukan hiburan.
Namun dia tidak melarang orang lain melantunkannya, bahkan mendukung siapa pun yang ingin menyebarkan makna kidung ini secara tulus dan benar.
Sri Narendra secara terbuka mempersilakan siapa pun untuk menggunakan lirik dan terjemahan kidung ini sebagai bahan studi atau penghayatan spiritual.
Untuk mengunduh Lirik dan Terjemahan Kidung Wahyu Kolosebo versi PDF, Klik link berikut:
LINK DONWLOAD KIDUNG WAHYU KOLOSEBO PDF
Kidung Wahyu Kolosebo adalah warisan spiritual modern yang layak dijaga, dihayati, dan dilestarikan dengan jernih, tanpa kabut mistifikasi yang keliru.
Dalam bait-baitnya tersimpan energi cinta dan kejujuran, bagi siapa pun yang merindu Tuhannya di tengah hiruk pikuk zaman. (*)
Editor : Amin Fauzie