RADARBONANG.ID – Di balik tradisi spiritual yang sarat makna, Puasa Weton ternyata menyimpan manfaat nyata bagi kesehatan fisik.
Praktik leluhur Jawa ini, selain diyakini membawa keseimbangan batin, juga secara ilmiah memberi efek detoksifikasi, penurunan berat badan, hingga penguatan daya tahan tubuh.
Saat seseorang berpuasa berdasarkan weton kelahiran, sistem pencernaan diberi waktu istirahat.
Tidak adanya asupan makanan dalam waktu tertentu memicu tubuh melakukan detoksifikasi alami, yakni membersihkan diri dari racun dan zat-zat sisa yang tertimbun dalam organ.
Proses ini memberi peluang hati dan ginjal untuk bekerja lebih optimal tanpa beban berat dari sisa-sisa metabolisme.
Menariknya, Puasa Weton juga jadi jalan efektif bagi mereka yang ingin menurunkan berat badan secara sehat.
Dengan mengatur waktu makan dan mengurangi asupan kalori, tubuh akan lebih cepat membakar cadangan lemak sebagai sumber energi.
Hasilnya, metabolisme meningkat dan berat tubuh pun perlahan menyusut, tanpa harus memaksakan diri dengan diet ketat.
Tidak berhenti di situ. Puasa yang dilakukan secara teratur juga memperkuat sistem kekebalan tubuh.
Mengutip dari beberapa sumber penelitian, menunjukkan bahwa saat berpuasa, produksi sel darah putih meningkat, komponen penting dalam menghadang serangan penyakit.
Di saat yang sama, energi tubuh yang biasa digunakan untuk mencerna makanan bisa dialihkan untuk perbaikan sel dan jaringan yang rusak.
Secara keseluruhan, Puasa Weton bukan hanya bentuk tirakat spiritual, tapi juga amalan sehat yang menyentuh banyak sisi kehidupan.
Di tengah gaya hidup modern yang serba cepat dan konsumtif, kembali ke tradisi seperti ini justru bisa menjadi penyeimbang tubuh dan jiwa.
Dan seperti petuah orang tua dulu, “sing gelem tirakat, bakal oleh manfaat.” (*)
Editor : Amin Fauzie