RADARBONANG.ID - Dalam tradisi Jawa, setiap kegiatan besar seperti pindah rumah, membangun tempat tinggal, hingga menikah, biasanya tidak dilakukan sembarangan.
Banyak orang tua zaman dulu memperhatikan hari dan pasaran kelahiran, atau dikenal dengan perhitungan neptu, untuk memastikan keberuntungan dan keselamatan dalam menjalani hajat besar tersebut.
Hari Jumat Pon, yang dalam perhitungan Jawa memiliki neptu 13 (Jumat = 6 dan Pon = 7), dipercaya sebagai salah satu hari baik.
Maknanya mengandung simbol rejeki, kemakmuran, dan pengaruh sosial yang luas, atau dalam istilah Jawa dikenal dengan ungkapan akeh rijekine, dadi pangaubaning wong akeh.
Hari ini sangat disarankan untuk digunakan sebagai waktu memulai hal-hal penting, terutama pindah rumah dan mendirikan bangunan baru.
Waktu Baik Berdasarkan Pasaran Pon
Pada hari Pon, menurut penanggalan Jawa, terdapat pembagian waktu yang membawa makna spiritual tersendiri.
Berikut ini waktu-waktu baik di hari Pon:
06.00 WIB – Selamat
Waktu yang membawa keberkahan dan keselamatan. Cocok untuk memulai kegiatan penting agar terhindar dari marabahaya dan mendapat restu leluhur.
08.24 WIB – Pangkalan
Diartikan sebagai saat untuk menetapkan niat dan tujuan, seperti seseorang sedang menjejakkan kaki di tempat yang mantap. Cocok untuk meresmikan, memulai usaha, atau berpindah tempat.
10.48 WIB – Pacak Wesi
Secara harfiah berarti “menancapkan besi”, mengandung makna keteguhan, ketegasan, dan kekuatan tekad. Waktu ini baik digunakan untuk keputusan penting yang perlu kemantapan dan kelanggengan.
13.12 WIB – Nasehat
Waktu yang identik dengan kebijaksanaan dan introspeksi. Cocok untuk pertemuan, musyawarah, atau menasihati anak dan keluarga, karena dipercaya lebih mudah diterima dan membawa keberkahan.
15.36 WIB – Rejeki
Waktu yang dipercaya sebagai pembuka pintu rejeki. Sangat baik untuk memulai transaksi, berdagang, memulai pekerjaan, atau menanam sesuatu karena dipercaya akan menghasilkan dengan baik.
Pemilihan jam yang tepat dipercaya akan membawa dampak yang positif pada hajat yang dilaksanakan.
Terutama jika dilakukan pada Bulan Besar, yang dalam kalender Jawa tahun ini masih termasuk dalam Tahun Alib tanpa adanya Anggara Kasih.
Bulan ini dipercaya membawa keberuntungan, kemakmuran, dan ketenteraman bagi keluarga, terutama yang mendirikan rumah atau menetap di hunian baru.
Jumat Pon dan Wuku Langkir
Secara astrologi Jawa, Jumat Pon yang jatuh dalam Wuku Langkir dinaungi oleh dewa pelindung Betara Kala.
Meski dikenal sebagai dewa waktu dan penjaga keseimbangan, hari ini tetap dianggap positif jika digunakan dengan bijak untuk keperluan spiritual dan fisik.
Pantangan dalam Perjodohan dan Pernikahan
Namun, perlu diingat bahwa dalam perjodohan juga terdapat hitungan yang tidak boleh diabaikan. Misalnya:
- Jumat ketemu Jumat: dipercaya membawa kemiskinan.
- Jumat ketemu Sabtu: bisa membawa celaka dalam rumah tangga.
Selain itu, pantangan Rubuh Karang juga menjadi perhatian. Ini adalah kondisi pasangan yang tidak disarankan untuk menikah jika tempat tinggal mereka:
- Saling berhadapan langsung
- Saling membelakangi (ketemu punggung)
- Tepat berdampingan kanan-kiri
Pantangan ini dipercaya akan membawa energi tidak baik dalam kehidupan rumah tangga ke depannya.
Jika Anda berencana melakukan hajat penting seperti pindah rumah, mendirikan bangunan, atau menikahkan anak, maka Jumat Pon di Bulan Besar adalah salah satu waktu terbaik menurut perhitungan Jawa.
Selain dipercaya membawa kelancaran rejeki, hari ini juga menawarkan ketenangan lahir batin bagi keluarga yang menjalaninya.
Tak ada salahnya menjaga tradisi dan menghargai warisan leluhur. Karena di balik hitungan hari dan pasaran, tersimpan filosofi hidup yang menuntun pada harmoni dan keseimbangan. (*)
Editor : Amin Fauzie