Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kesenian Tradisional Tayub Tuban: Ciri Khas dan Unsur Mistis, Tradisi Ritual yang Masih Bertahan di Tengah Modernisasi

Amin Fauzie • Rabu, 11 Juni 2025 | 19:29 WIB
Tangkapan layar kesenian tradisional Tayub Tuban.
Tangkapan layar kesenian tradisional Tayub Tuban.

RADARBONANG.ID – Kabupaten Tuban, Jawa Timur, memiliki kekayaan budaya yang masih terus dilestarikan hingga kini. Salah satunya adalah Tayub.

Seni pertunjukan rakyat ini dikenal luas sebagai tari pergaulan tradisional yang erat kaitannya dengan kehidupan agraris masyarakat Jawa.

Tayub biasanya tampil dalam berbagai acara penting seperti pesta rakyat, bersih desa, khitanan, hingga perayaan adat.

Dalam pertunjukannya, penari wanita yang disebut ledhek atau waranggono akan mengajak tamu laki-laki atau penayub untuk menari bersama di atas panggung atau pendapa.

Tradisi ini semakin semarak dengan adanya saweran, yakni pemberian uang dari penayub kepada penari sebagai bentuk apresiasi.

Ciri Khas Tayub Tuban

Tayub Tuban diiringi oleh alunan gamelan Jawa, lengkap dengan tembang langgam, gendhing, dan klenengan.

Seiring waktu, musik pengiring juga mengalami perkembangan, bahkan kini sering dipadukan dengan lagu-lagu dangdut koplo untuk menarik minat generasi muda.

Penari tayub tampil mengenakan kebaya, riasan mencolok, dan membawa selendang (sampur) sebagai atribut tari.

Gerakannya lembut dan penuh daya tarik, namun tetap berada dalam koridor kesopanan, khususnya saat tayub digelar dalam konteks ritual atau acara sakral.

Lebih dari sekadar hiburan, Tayub juga memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat.

Pada masa lalu, pertunjukan ini menjadi sarana silaturahmi, rekonsiliasi, bahkan semacam diplomasi antarwarga desa.

Tak jarang, tayub digelar dalam rangka ritual seperti nyadran, sedekah bumi, dan ruwatan.

Unsur Mistis dan Pandangan Masyarakat

Tak bisa dipungkiri, tayub juga menyimpan sisi mistis. Beberapa penari diyakini memiliki daya spiritual atau kekuatan gaib, sehingga acara tayub seringkali disertai sesajen dan doa kepada leluhur.

Pandangan masyarakat terhadap tayub pun beragam. Sebagian melihatnya sebagai warisan budaya lokal yang layak dijaga, sementara sebagian lain menganggap tayub sebagai pertunjukan yang vulgar, terutama jika dikomersialkan secara berlebihan.

Namun demikian, di Tuban, semangat pelestarian terus tumbuh. Banyak budayawan, seniman lokal, hingga pemerintah daerah yang terlibat dalam upaya menjaga eksistensi tayub.

Pertunjukan ini kini rutin ditampilkan dalam acara seperti Festival Kesenian Rakyat Tuban, serta diperkenalkan di sekolah melalui muatan lokal dan kegiatan ekstrakurikuler.

Tayub bahkan mulai dikemas dalam versi modern yang lebih edukatif, tanpa menghilangkan esensi budayanya.

Dengan begitu, generasi muda pun diharapkan tetap mengenal dan mencintai warisan budaya nenek moyang mereka. (*)

Sumber: Dokumentasi Budaya Tuban

Editor : Amin Fauzie
#Seni pertunjukan rakyat #sedekah bumi #Tayub #tradisi #ritual #Kekayaan Budaya #kesenian tradisional #Unsur Mistis #khas tuban #perayaan adat