Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

3 Jenis Wayang Ini Ternyata Disebutkan dalam Babad Tanah Jawi, Nomor 3 Paling Dikenal Masyarakat Tuban?

Amaliya Syafithri • Minggu, 11 Mei 2025 - 17:10 WIB
Ilustrasi wayang beber
Ilustrasi wayang beber

RADARBONANG - Wayang yang kita kenal sekarang ternyata beberapa di antaranya disebutkan di dalam naskah Babad Tanah Jawi.

Babad Tanah Jawi dikenal dengan isinya yang dominan tentang suksesi takhta Mataram Islam beserta konflik dan intriknya.

Namun, ternyata di dalam babad Tanah Jawi terdapat cuplikan mengenai seni budaya, termasuk 3 jenis wayang.

1. Wayang Beber

Jenis pementasan wayang yang menceritakan kisah-kisah panji maupun Damarwulan, dan diyakini sudah berkembang sejak era Majapahit.

Dalang menyajikan cerita dengan pembeberan sedikit demi sedikit gulungan bergambar yang kemudian dibentangkan seperti layar di depan para penonton.

Untuk sekali pentas, seorang dalang membutuhkan setidaknya 4 gulung wayang beber, yang setiap gulungannya terdapat 16 adegan.

Cuplikan adanya wayang beber di babad Tanah Jawi yaitu ada pada sekuen pagelaran di kediaman Ki Ageng Pengging.

Akan tetapi, pertunjukan berakhir lebih cepat karena istri Ki Ageng Pengging melahirkan lebih cepat dari perkiraan.

2. Wayang Kulit Purwa

Wayang kulit purwa berbentuk pipih dengan bahan kulit lembu, kerbau, atau kambing.

Pertunjukan wayang kulit purwa menggunakan layar kelir lebar, batang pisang yang digunakan sebagai tempat menancapkan wayang, dan pelita blencong sebagai efek cahaya.

Cuplikan keberadaan wayang kulit Purwa dalam Babad Tanah Jawi adalah ada pada sekuen Ki Ageng Sela nanggap pertunjukan wayang kulit yang dalamnya bernama Ki Bicak.

Ki Bicak memiliki seorang istri yang cantik jelita sehingga Ki Ageng Sela jatuh hati kepada istri Ki Bicak.

Pada akhirnya Ki Ageng Sela tega membunuh Ki Bicak dan merampas hartanya, yakni istri Ki Bicak, perangkat wayang, dan bende, yang kemudian menjadi pusaka dari Kerajaan Mataram Islam dan diberi nama Ki Bicak.

3. Wayang Gedog

Pernahkah kamu mendengar wayang jenis ini?

Pertunjukan wayang gedog menggunakan aneka jenis wayang dengan bahan kulit kerbau, lembu, atau kambing, sama saja seperti wayang kulit.

Cerita yang dikisahkan dalam pertunjukan wayang gedog adalah cerita panji.

Selain itu, ciri khas dari wayang gedog adalah tatanan rambut para tokoh bertopi tekes.

Sedangkan jika wayang kulit tatanan rambut tokohnya menggunakan supit urang.

Keberadaan wayang gedog dalam cuplikan di Babad Tanah Jawi ada pada sekuen tentang seorang wanita yang sangat cantik, putri dari seorang dalang wayang gedog bernama Ki Wayah.

Wanita tersebut juga memiliki suami seorang dalang bernama Ki Dalem.

Diceritakan bahwa Susuhunan Amangkurat 1 jatuh hati pada wanita tersebut lalu merebut paksa dari suaminya agar bisa diperistri.

Raja memberinya gelar sebagai Ratu Wetan. Akan tetapi, hidupnya berakhir dengan nasib yang malang, yakni disebabkan oleh sakit muntaber yang kemungkinan diracuni orang. Ia kemudian dikenal sebagai Ratu Malang.

Itu dia tiga jenis wayang yang disebutkan dalam Babad Tanah Jawi dan kemungkinan tidak banyak orang yang tahu mengenai hal ini.

Wayang menjadi salah satu simbol kebudayaan yang nyata dan berharga. Oleh karena itu, marilah bersama-sama untuk menjaga dan melestarikannya. (*)

Editor : Hardiyati Budi Anggraeni
#3 jenis wayang #Babad Tanah Jawi #Gedog #Mataram Islam #Beber #tuban