RADARBONANG.ID – Banyak orang bilang rezeki bisa datang dari mana saja. Tapi menurut kearifan lokal Jawa, rezeki juga sangat bergantung pada waktu yang tepat.
Tak heran, hingga sekarang banyak masyarakat masih mempercayai Primbon Jawa untuk menentukan hari keberuntungan sebelum mengambil keputusan besar—mulai dari jualan online, pindah rumah, hingga menikah.
Kalau kamu pernah dengar istilah “weton”, “neptu”, atau “pasaran”, berarti kamu sudah selangkah lebih dekat untuk memahami cara menghitung hari keberuntungan ala Primbon Jawa. Tapi bagaimana sih caranya?
Dalam budaya Jawa, setiap hari dalam seminggu (Senin–Minggu) dan setiap pasaran (Legi, Pahing, Pon, Wage, Kliwon) punya nilai numerik yang disebut neptu.
Kombinasi dari hari lahir dan pasaran inilah yang disebut weton—semacam identitas spiritual seseorang yang juga menentukan karakter dan aura keberuntungannya.
Weton digunakan untuk:
- Menentukan hari baik jualan atau buka usaha
- Menentukan hari pernikahan
- Memilih waktu pindah rumah atau buka cabang baru
- Bahkan cocok untuk memulai pengobatan atau ikhtiar spiritual
Cara Hitung Mudah Hari Keberuntungan Versi Primbon Jawa
1. Kenali Neptu Hari dan Pasaran
Neptu Hari:
Minggu: 5
Senin: 4
Selasa: 3
Rabu: 7
Kamis: 8
Jumat: 6
Sabtu: 9
Neptu Pasaran:
Legi: 5
Pahing: 9
Pon: 7
Wage: 4
Kliwon: 8
2. Hitung Weton Lahirmu
Misalnya, kamu lahir Senin Pon, maka wetonmu:
4 (Senin) + 7 (Pon) = 11
3. Cocokkan dengan Neptu Hari yang Dituju
Misalnya kamu mau buka usaha di hari Jumat Legi:
6 (Jumat) + 5 (Legi) = 11
Karena neptu hari keberuntunganmu cocok (sama-sama 11), itu berarti waktu yang selaras dengan aura rezekimu.
4. Perhatikan Kombinasi Rezeki
Menurut Primbon:
- Total 7, 11, 13 → Rezeki lancar
- Total 8, 12, 15 → Perlu waspada, banyak cobaan
- Total 10, 14, 16 → Cocok untuk ibadah & spiritual
Contoh: Waktu Baik untuk Mulai Jualan Online
Kalau kamu lahir Rabu Pahing (7+9 = 16), dan ingin jualan makanan frozen:
Pilih hari dengan neptu total 7, 11, atau 13, seperti:
Selasa Kliwon (3+8 = 11)
Jumat Pon (6+7 = 13)
Hari-hari ini dianggap memperkuat energi usaha, menarik pelanggan, dan memperlancar rezeki.
Perlu dicatat, Primbon Jawa bukan alat meramal nasib, tapi warisan budaya yang memberi panduan spiritual berdasarkan perhitungan kalender tradisional.
Ini bisa jadi tambahan referensi saat kamu ingin mengambil keputusan penting—terutama bagi kamu yang masih percaya bahwa “usaha tanpa doa dan waktu yang tepat bisa jalan di tempat.”
Jika kamu merasa bisnis stagnan atau ragu memulai sesuatu, coba tengok ulang wetonmu dan hitung ulang hari keberuntunganmu.
Dengan menghormati waktu, siapa tahu pintu rezeki terbuka lebih lebar.
Ingat, usaha dan ikhtiar boleh modern, tapi menghargai tradisi juga bisa membawa keberuntungan yang tak terduga.
Sudah tahu wetonmu? Yuk, hitung hari keberuntunganmu sekarang dan buktikan sendiri dampaknya! (*)
Editor : Amin Fauzie