RADARBONANG - Selama ini banyak orang tidak terpikirkan mengenai budaya dan tradisi minum teh yang ada di Indonesia. Ternyata, di beberapa daerah terdapat tradisi minum teh yang berbeda.
Tradisi ini tentunya tidak hanya sekedar tradisi, melainkan terdapat filosofi dan makna di dalamnya. Simak penjelasan berikut supaya kamu makin tahu!
Budaya dan Tradisi Minum Teh Beberapa Daerah di Indonesia
Berdasarkan informasi dari postingan akun Instagram @omahcantrik yang dibagikan 12 Maret lalu, terdapat 4 tradisi dan budaya minum teh yang bisa kamu ketahui, yaitu:
1. Tradisi Nyahi
Tradisi ini dilakukan oleh orang-orang Betawi. Asal tradisi ini yaitu budaya Arab "Syahi" yang berarti teh.
Teh yang disajikan adalah teh tubruk, diseduh dalam wadah berupa teko kaleng berbahan kuningan. Teh ini biasanya disajikan dengan gula kelapa, yang mana gula digigit lebih dulu baru disusul meminum teh tawar hangat.
2. Tradisi Patehan
Tradisi patehan merupakan sebutan untuk upacara minum teh tradisional di Keraton Yogyakarta ketika menjamu keluarga Sultan, kerabat Sultan, ataupun tamu.
Kata "Patehan" berasal dari "teh," suatu jenis minuman yang diseduh. Penyajian tehnya pun tidak sederhana, salah satunya karena air yang digunakan harus diambil dari sumur Nyai Jalatunda dan dimasak menggunakan ceret tembaga.
3. Tradisi Nyaneut
Tradisi ini ada di daerah Garut. Kata "Nyaneut" sendiri merupakan singkatan dari Nyai Haneut atau Cai Haneut yang berarti air hangat.
Cara penyajian teh dalam tradisi ini diawali dengan memutar gelas teh di telapak tangan sebanyak dua kali, lalu aroma teh dihirup tiga kali, setelah itu baru boleh diminum.
Tradisi ini memiliki makna merekatkan silaturahmi antarwarga, dan biasanya dilakukan untuk menyambut tahun baru Islam.
4. Tradisi Moci (Teh Poci)
Nama yang satu ini tentunya sudah tidak asing lagi. Teh poci adalah teh kental yang diseduh di dalam poci, kemudian disajikan dengan dituangkan ke dalam cangkir berisi gula batu.
Cara menikmati teh ini cukup unik, yaitu tidak boleh diaduk. Gula batu di cangkir dibiarkan larut dengan sendirinya.
Penyajian teh ini diyakini memiliki filosofi tentang kehidupan pahit di awal, dan lambat laun akan terasa manis jika kita sanggup bersabar menghadapinya.
Nah, itulah beberapa tradisi dan budaya minum teh yang unik dan ternyata ada di beberapa daerah di Indonesia. Tradisi seperti ini tentunya sangat menarik dan harus terus dilestarikan agar di masa depan generasi-generasi penerus tetap mengenal tradisi dan budaya daerahnya. (*)
Editor : Yudha Satria Aditama