Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Inilah Beragam Jenis Kain Lurik yang Sederhana tapi Penuh Makna

Amaliya Syafithri • Rabu, 12 Maret 2025 | 18:15 WIB
Kain lurik, salah satu corak paling populer di Jawa.
Kain lurik, salah satu corak paling populer di Jawa.

 

RADARBONANG - Siapa yang tidak mengenal atau pernah mendengar tentang pakaian bernama lurik. Tentunya, masyarakat Jawa sangat familiar dengan pakaian ini.

Nah, pakaian lurik dibuat menggunakan kain motif lurik. Ini adalah pakaian khas orang Jawa. Namun, ternyata motif lurik tidak hanya yang kita kenal kebanyakan, atau yang sering muncul di media sosial.

Dilansir dari salah satu postingan akun Instagram @omahcantrik, terdapat 5 motif kain lurik yang memiliki makna berbeda-beda.

 

1. Kain Lurik Sapit Urang

Motifnya berbentuk garis-garis geometri menyerupai capit udang. Makna dari motif Sapit Urang adalah strategi.

Dahulu kala, prajurit Keraton memiliki strategi perang khusus, yakni mengepung musuh dari kiri dan kanan, serta menjadikan titik tengah sebagai tumpuan kekuatan. Motif kain ini juga banyak dikenal karena dikenakan oleh para prajurit Keraton.

 

2. Kain Lurik Kluwung

Motif ini memiliki makna yang dipercaya sebagai "penolak bala." Kain dengan motif ini biasanya digunakan dalam acara-acara sakral, seperti mitoni bayi, tujuh bulanan, bahkan dipakai dalam upacara labuhan, upacara Keraton untuk mendapat keselamatan.

Selain itu, motif jenis kluwung ini juga dipakai dalam acara pernikahan, diletakkan di bawah bantal pengantin. Harapannya agar pasangan pengantin mendapatkan keselamatan dan kebahagiaan dalam berumahtangga.

 

3. Kain Lurik Tumbar Pecah

Jenis ini memiliki motif kotak-kotak kecil. Selain itu, kain motif ini juga terdiri dari dua warna. Lurik jenis ini melambangkan kebermanfaatan dan kebaikan.

Biasanya dipakai saat acara tingkeban atau tujuh bulanan, dengan harapan agar anak yang lahir nanti atau orang-orang yang memakai kain ini bisa bermanfaat untuk banyak orang dan mengharumkan namanya melalui kebaikan.

 

4. Kain Lurik Udan Liris

Menggambarkan kesuburan dan kesejahteraan. Nama "udan liris" berarti hujan gerimis. Motifnya adalah garis dengan gradasi samar seperti rintik-rintik hujan.

Orang-orang yang memakai kain motif ini diharapkan dapat memperoleh kesejahteraan.

 

5. Kain Lurik Telu-pat

Asal kata telu-pat, yaitu telu yang artinya tiga, dan papat yang artinya empat. Bila digabung menghasilkan angka tujuh.

Angka tujuh sebagai gabungan lajur tiga dan empat pada motif kain tersebut dipercaya melambangkan kehidupan dan kemakmuran. Selain itu, angka tujuh juga diyakini memiliki arti "pitulungan" atau pertolongan dari Sang Pencipta.

 

Dengan ini, kita telah mengenal adanya berbagai macam motif kain lurik, yang ternyata memiliki makna-makna yang luar biasa berkaitan dengan kehidupan.

Oleh karena itu, sebagai masyarakat yang ingin melestarikan budaya, maka kita harus menjaga dan melestarikan pakaian lurik ini salah satunya. (*)

Infografis Rencana Pembangunan Jalan Cor Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis Rencana Pembangunan Jalan Cor Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Editor : Yudha Satria Aditama
#familiar #jawa #upacara #kluwung #lurik #tumbar pecah #Sang Pencipta #sapit urang #media sosial