Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Mengenal Wacinwa, Gabungan Budaya pada Bentuk Kesenian Wayang Cina-Jawa, Berikut 5 Fakta Menariknya!

Amaliya Syafithri • Kamis, 30 Januari 2025 - 21:02 WIB
Wayang kulit Cina Jawa atau Wacinwa.
Wayang kulit Cina Jawa atau Wacinwa.

RADARBONANG- Wayang menjadi salah satu warisan budaya Nusantara yang populer hingga saat ini. Masyarakat tentunya sudah tidak asing lagi dengan bentuk-bentuk wayang.

Namun, bagaimana jika wayang ini dicampurkan dengan kebudayaan lain?

Seperti pada postingan terbaru akun Instagram @asisichannel, tepatnya Rabu (29/1), yang menunjukkan video wayang dengan bentuk-bentuk yang tidak biasa dan cerita berbeda.

Wayang-wayang dalam video tersebut berbentuk karakter-karakter Tiongkok, alih-alih Jawa pada umumnya.

Berikut ini fakta-fakta menarik tentang wayang Cina Jawa atau Wacinwa, dilansir dari Historia.id.

1. Pertunjukan wayang kulit Wacinwa dilakukan dengan memadukan antara tata cara pagelaran wayang kulit Jawa dan cerita klasik dari Tiongkok.

2. Wacinwa pertama kali dibuat oleh Gan Thwan Sing, seorang seniman Tionghoa peranakan yang saat itu tinggal di daerah Yogyakarta, tepatnya pada 1920, dan mulai populer pada 1925.

3. Wacinwa terakhir kali dipentaskan pada tahun 1960 di pelataran Klenteng Gondomanan Yogyakarta oleh Gan Thwan Sing sebagai dalangnya, setelah itu tidak ada yang meneruskan pertunjukan kesenian ini karena Gan Thwan Sing meninggal dunia pada 1966 dan dalang-dalang asuhannya juga telah meninggal dunia mendahuluinya.

4. Kini Wacinwa menjadi koleksi bersejarah di Museum Sonobudoyo, Yogyakarta dan Art Gallery, Universitas Yale Amerika Serikat.

5. Badan dan kepala wayang dibuat terpisah, sehingga nama setiap wayang dapat berubah-ubah ketika kepala atau badannya diganti.

Wacinwa menandakan bahwa budaya yang berbeda dapat dipadukan melalui kesenian, yang di dalamnya memuat unsur-unsur budaya masing-masing tempat yang dipadukan dengan baik.

Perpaduan budaya seperti ini tentunya perlu dilestarikan dan dijaga bersama-sama agar tidak punah.

Meskipun Wacinwa sudah tidak dipentaskan, tetapi dengan adanya jenis wayang tersebut yang disimpan di Museum dapat menjadi simbol adanya perpaduan budaya sejak zaman dulu. (*)

TEBU SIMBOLIS : Dua batang tanaman tebu yang terpasang pada rumah Keluarga Tjo Siang Fu atau Keluarga Bapak Jaya di Banjar Dinas Gerogak Tengah, Desa Delod Peken Tabanan. (juliadi/Tabanan)
TEBU SIMBOLIS : Dua batang tanaman tebu yang terpasang pada rumah Keluarga Tjo Siang Fu atau Keluarga Bapak Jaya di Banjar Dinas Gerogak Tengah, Desa Delod Peken Tabanan. (juliadi/Tabanan)
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Yudha Satria Aditama
#populer #wayang cina jawa #nusantara #wacinwa #amerika serikat