RADARBONANG.ID - Dalam tradisi Ciam Si, ada satu langkah penting yang disebut Poapoe.
Poapoe adalah alat tradisional yang berfungsi untuk memastikan jawaban dari para dewa dalam ritual ini.
Biasanya, Poapoe berbentuk dua keping kayu menyerupai bulan sabit, dengan satu sisi datar dan sisi lainnya cembung.
Alat ini juga dikenal dengan nama Kaukim atau Jiaobei dalam bahasa Tionghoa.
Fungsi Poapoe
Setelah mendapatkan batang bambu dengan nomor ramalan saat mengocok tabung Ciam Si, Poapoe digunakan untuk meminta persetujuan atau validasi dari dewa apakah pesan pada nomor tersebut adalah jawaban yang benar.
Ritual ini menunjukkan bahwa jawaban yang diterima bukan hanya sekadar hasil dari kocokan, tetapi juga memiliki makna spiritual yang lebih dalam.
Cara Menggunakan Poapoe
- Mengajukan Pertanyaan:
Sebelum melempar Poapoe, sampaikan pertanyaan atau konfirmasi terkait nomor batang yang keluar dengan jelas dalam hati atau doa. - Melempar Poapoe:
Kedua keping Poapoe dilempar ke lantai atau alas yang bersih secara bersamaan. - Membaca Hasilnya:
Jika satu sisi datar dan satu sisi cembung menghadap ke atas, ini dianggap sebagai jawaban "ya" atau persetujuan dari dewa.
Jika kedua sisi datar atau kedua sisi cembung menghadap ke atas, ini berarti jawaban "tidak" atau permohonan belum dikabulkan.
Jika Poapoe jatuh bertumpuk atau tidak jelas hasilnya, lemparan dianggap tidak sah, dan kamu harus mengulang prosesnya.
Poapoe melibatkan kepercayaan akan komunikasi antara manusia dan dewa.
Keberhasilannya sering dikaitkan dengan kesungguhan hati dan niat baik dari orang yang melakukan ritual.
Oleh karena itu, sebelum menggunakan Poapoe, biasanya seseorang akan menenangkan diri dan memusatkan pikiran pada niatnya.
Poapoe biasanya tersedia di kelenteng atau vihara yang masih menjalankan tradisi Ciam Si.
Di Tuban, ritual ramalan Ciam Si bisa ditemukan di Tempat Ibadah Tri Darma (TITD) Kwan Sing Bio. Kelenteng yang berada di Jalan RE Martadinata, Tuban.
Di Jakarta, tempat Ciam Si salah satunya berada di Vihara Dharma Bakti (Jin De Yuan) di Jakarta, atau kelenteng di kawasan Pecinan lainnya sering menyediakan alat ini untuk pengunjung yang ingin melakukan ritual ramalan.
Poapoe adalah bagian penting dari ritual yang tidak hanya menambah keunikan tradisi Ciam Si, tetapi juga mencerminkan kedalaman kepercayaan dalam budaya Tionghoa. (*)