Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Ketika Weton Menentukan Pernikahan, Apa Kata Islam? Memahami Tradisi Tanpa Meninggalkan Akidah

Amin Fauzie • Selasa, 7 Januari 2025 | 22:35 WIB
Dalam tradisi Jawa, weton digunakan untuk meramal kecocokan calon pengantin berdasarkan tanggal dan bulan lahir mereka. Foto adalah ilustrasi.
Dalam tradisi Jawa, weton digunakan untuk meramal kecocokan calon pengantin berdasarkan tanggal dan bulan lahir mereka. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID - Bagi masyarakat Jawa, tradisi leluhur seperti weton adalah warisan budaya yang tetap hidup hingga kini.

Salah satu penerapan weton yang paling sering terlihat adalah dalam urusan pernikahan.

Weton digunakan untuk meramal kecocokan calon pengantin berdasarkan tanggal dan bulan lahir mereka.

Namun, sering kali, masalah muncul ketika perhitungan weton dianggap nggak cocok oleh orang tua atau pihak keluarga.

Bahkan, tak jarang rencana pernikahan batal hanya karena perbedaan pandangan soal ini.

Tapi, bagaimana Islam memandang tradisi seperti ini?

Dalam Islam, mempercayai sesuatu yang dianggap memiliki kekuatan menentukan nasib, selain Allah, tidak dibenarkan.

Menganggap weton bisa memengaruhi keharmonisan rumah tangga masuk dalam kategori yang dilarang, karena itu berarti menduakan Allah dalam urusan takdir.

Namun, jika weton dipahami sebagai kebiasaan yang dihubungkan dengan pola tertentu—misalnya, ada hubungan berulang antara weton dengan situasi tertentu—maka memercayainya tidak menjadi masalah selama tidak dianggap mutlak.

Sama seperti kita percaya obat bisa menyembuhkan, tetapi tetap yakin bahwa Allah-lah yang menentukan kesembuhan.

Sebagai seorang Muslim, kita diajarkan untuk selalu husnuzan atau berbaik sangka kepada Allah.

Apapun weton, hari, atau bulan yang dipilih, semua akan baik jika kita percaya pada takdir-Nya.

Weton tidak memiliki hubungan pasti dengan nasib pernikahan—Allah yang menentukan segalanya.

Tradisi seperti weton mungkin memiliki nilai budaya, tetapi jangan sampai menggeser keyakinan kita kepada Allah sebagai penentu utama kehidupan.

Jadi, selama weton dipandang sebagai bagian dari budaya dan bukan akidah, tradisi ini masih bisa dihormati. Wallahu a’lam. (*)

Source: Islam.nu.or.id

Infografis menu Makan Berigizi Gratis Hari Pertama di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Infografis menu Makan Berigizi Gratis Hari Pertama di Bojonegoro (AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Editor : Amin Fauzie
#jawa #kecocokan calon pengantin #tradisi #bulan #leluhur #lahir #pernikahan #weton #tanggal