RADARBONANG – Sejak tanggal pertama sampai kesepuluh bulan Desember, setiap hari hujan turun cukup deras. Menurut ibu saya, Desember merupakan singkatan dari gede-gedene sumber atau besar-besarnya sumber air. Hal itu berhubungan dengan musim hujan di Indonesia yang terjadi pada bulan November hingga Maret.
Ternyata, orang Jawa mengartikan bulan sesuai dengan pengamatan yang mereka lakukan secara berulang atau titen. Seperti Januari yang disebut ujan e gak mari-mari, alias hujannya tidak berhenti-henti.
Titen itu ternyata dapat dibuktikan secara ilmiah, loh. Berikut ini beberapa alasan menurut kajian ilmiah yang mengatakan Desember adalah gede-gedene sumber:
Indonesia memiliki dua musim utama, yakni musim hujan dan musim kemarau. Musim hujan dipengaruhi oleh pergerakan Angin Monsun Asia yang membawa uap air dari Samudra Pasifik dan Hindia ke Indonesia. Musim hujan biasanya berlangsung dari November hingga Maret, dengan puncak curah hujan terjadi antara Desember dan Februari.
Faktor yang Mempengaruhi Curah Hujan di Desember
Desember adalah puncak musim hujan di banyak wilayah Indonesia, terutama di barat. Beberapa faktor yang memengaruhi curah hujan di bulan ini antara lain:
• Perubahan Angin Monsun: Angin monsun dari Asia membawa kelembapan tinggi, yang meningkatkan curah hujan.
• Interaksi Laut dan Daratan: Laut yang hangat menyebabkan penguapan air yang lebih banyak, meningkatkan kemungkinan hujan.
• Topografi: Wilayah pegunungan seperti di Jawa, Sumatra, dan Sulawesi cenderung mengalami hujan lebih tinggi karena proses orografis.
Variasi Curah Hujan di Berbagai Daerah
Curah hujan Desember bervariasi di setiap wilayah. Di barat Indonesia, seperti Sumatra, Jawa Barat, dan Kalimantan, curah hujan cenderung lebih tinggi dan sering terjadi hujan deras. Di wilayah tengah dan timur Indonesia, meskipun masih musim hujan, intensitas hujan lebih rendah, meski beberapa daerah di Nusa Tenggara dan Papua tetap bisa mengalami hujan lebat.
Selain angin monsun, fenomena El Nino dan La Nina memengaruhi cuaca Indonesia. El Nino dapat menyebabkan musim hujan lebih pendek atau kering, sedangkan La Nina dapat memperpanjang musim hujan dan meningkatkan intensitas hujan. Pemanasan global juga berpotensi mengubah pola cuaca, menyebabkan hujan lebih ekstrem dan tidak terduga. (*)