Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Cara Meramal Cuaca Ala Nenek Moyang; Berdasarkan Benda Langit, Angin, hingga Hewan

Siti Nur Mukaromatun Nisa • Rabu, 4 Desember 2024 | 01:23 WIB
Ilustrasi hujan.
Ilustrasi hujan.

RADARBONANG – Cara meramal cuaca ternyata sudah banyak dipelajari nenek moyang dan turun temurun. 

Jika sekarang sudah ada Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang dapat meperkirakan kondisi cuaca sehingga sangat membantu dalam perencanaan aktivitas sehari-hari, lantas bagaimana cara nenek moyang tahu perkiraan cuaca tanpa internet, listrik, dan lain-lain?

Ternyata nenek moyang punya tips-tips legendaris tentang prediksi cuaca, loh. Berikut cara ramal cuaca ala nenek moyang:

Melihat Rumput saat Pagi
Jika rumput di pagi hari tida berembun alias kering, maka bisa diprediksi hari itu hujan tidak akan turun.

Mengamati Matahari
Jika matahari terbit berwarna merah tua dan awan gelap, maka di hari itu akan terjadi hujan. Sedangkan ketika matahari terbenam berwarna kuning cerah dan orange di bagian bawah, atau kuning pucat, diperkirakan hujan juga akan turun.

Memandang Bulan
Saat bulan bersinar terang, maka cuaca diperkirakan cerah. Namun, ketika bulan diselimuti awan, bisa diperkirakan akan turun hujan.

Menilik Awan
Jika ada awan putih berlapis dan ada satu yang tinggi dengan tepi abu-abu mirip bunga kol, awan itu dapat berubah menjadi abu-abu gelap. Tandanya, hujan akan segera mengguyur bumi.

Menggunakan Metode Angin
Jika angin kencang, dapat diprediksi hujan segera turun. Bila angin bertiup ke arah barat, maka hujan juga akan segera datang. Sedangkan saat angin bertiup kea rah timur, diperkirakan cuaca menjadi cerah.

Memerhatikan Hewan
1. Katak
Apabila katak berbunyi keras, maka hujan sebentar lagi akan turun. Beberapa ilmuwan menduga, katak merasakan pergerakan atmosfer yang membuatnya lebih aktif. Semakin nyaring bunyi katak, maka bisa diprediksi petir akan menggelegar.

2. Burung
Tinggi terbang seekor burung dipercaya dapat menjadi indikator cuaca. Menurut The Weather Channel, jika burung terbang tinggi, cuaca diprediksi cerah. Sebaliknya, burung yang terbang rendah hingga mendekati tanah biasanya menandakan cuaca buruk, karena burung sensitif terhadap perubahan tekanan udara akibat petir di ketinggian.

3. Sapi
Cuaca buruk sering diprediksi ketika sapi terlihat gelisah dan sering mengepakkan ekornya untuk menangkap lalat. Selain itu, sapi cenderung berbaring di padang rumput untuk menghindari daerah becek akibat hujan yang akan datang.

4. Lebah dan Kupu-kupu
Apabila lebah dan kupu-kupu tidak hinggap di bunga, maka cuaca buruk akan datang. Lebah dan kupu-kupu cenderung tidak ditemukan di tempat biasanya jika ada hal buruk yang akan terjadi.

5. Domba
Jika domba-domba berkumpul dalam kerumunan, bisa diperkirakan cuaca buruk akan datang karena mereka termasuk hewan berbulu yang akan saling melindungi ketika cuaca buruk.

6. Kepik
Saat kepik yang memiliki baru menyengat berkumpul di suatu tempat, maka cuaca diprediksi cerah. Namun, ketika kepik mencari perlindungan, maka hujan akan segera turun.

7. Semut
Ketika semut hitam dan merah membuat gundukan tanah yang tinggi untuk berlindung, bisa diperkirakan akan segera turun hujan.

Di atas merupakan cara meramal cuaca ala nenek moyang, apakah kamu tertarik untuk mencobanya? Percaya atau tidak, semua ilmu tersebut sudah pernah terbukti hingga dipercaya turun temurun. (*)

Jajaran Komisioner KPUK Bojonegoro mengesahkan hasil rekapitulasi suara Pilgub Jatim dan Pilkada Bojonegoro tingkat Kabupaten (3/12). (IST/RADAR BOJONEGORO)
Jajaran Komisioner KPUK Bojonegoro mengesahkan hasil rekapitulasi suara Pilgub Jatim dan Pilkada Bojonegoro tingkat Kabupaten (3/12). (IST/RADAR BOJONEGORO)
Editor : Yudha Satria Aditama
#menilik awan #metode angin #Cara Meramal Cuaca #Memerhatikan Hewan