RADARBONANG.ID - Pernah dengar soal Thak-Thakan, kesenian khas dari Tambakboyo, Tuban?
Seni tradisional ini nggak hanya kaya nilai sejarah, tapi juga penuh hiburan yang memikat warga dari segala usia.
Uniknya lagi, Thak-Thakan sukses menembus panggung internasional, membawa warisan budaya lokal Tuban ini ke level dunia.
Nama Thak-Thakan berasal dari suara "thak-thak" yang muncul saat rahang atas dan bawah topeng kayu tokoh utama saling beradu.
Awalnya, seni ini berfungsi sebagai ritual sakral untuk mengusir roh jahat. Namun, seiring waktu, ia berkembang menjadi hiburan rakyat yang selalu dinantikan di pesta-pesta tradisional.
Pertunjukan Thak-Thakan penuh aksi yang bikin merinding sekaligus ngakak.
Elemen utama seni ini adalah topeng kayu berdesain sederhana namun menyeramkan, kepalanya mirip seperti salah satu sosok astral genderuwo.
Elemen ini melambangkan kekuatan mistis untuk mengusir roh jahat.
Topengnya memiliki ciri khas yang sederhana namun kuat menggambarkan identitas lokal Tambakboyo.
Gerakan dinamis dalam pertunjukan ini dilakukan secara spontan, dipadukan dengan kostum cerah para pemain, menciptakan atmosfer atraktif yang menggugah minat penonton.
Filosofi sosial yang terkandung di dalamnya menjadikan kesenian ini tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga perekat hubungan antarwarga di Tambakboyo.
Dengan iringan alat musik tradisional seperti kendang, bonang, dan gong suwukan, para pemainnya tampil memukau.
Karakter mereka jahil, atraktif, dan kadang membuat penonton terkejut hingga lari terbirit-birit.
Kesenian ini sebenarnya sudah eksis sejak sebelum 1965, tetapi sempat menghilang karena kurangnya regenerasi.
Baru pada tahun 1990, Thak-Thakan dihidupkan kembali, tetap menjaga bentuk dan filosofi aslinya.
Kini, ada lebih dari 10 desa di Kecamatan Tambakboyo yang memiliki paguyuban Thak-Thakan.
Salah satunya, Paguyuban Gembong SinggoLawe dari Desa Belikanget, bahkan pernah tampil di Konferensi Asia-Afrika di Bandung, membuktikan bahwa seni ini layak bersanding di panggung global.
Yang lebih istimewa, Thak-Thakan tidak hanya menjadi hiburan, tetapi juga simbol kerukunan warga.
Semangat gotong royong terasa dalam setiap persiapannya, mulai dari properti hingga pengaturan acara.
Selain itu, paguyuban seperti Thak-Thakan Naga Bumi dari Desa Klutuk tetap menjaga orisinalitas seni ini tanpa sentuhan modernisasi, menjadikannya warisan budaya yang tetap hidup dan dihormati.
Bagi kamu yang ingin merasakan pengalaman budaya otentik khas Tuban, menyaksikan pertunjukan Thak-Thakan di Tambakboyo adalah pilihan yang tak boleh dilewatkan.
Siapa tahu, kamu juga bisa merasakan semangat dan kebanggaannya! (*)