Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tradisi Teriak 'Pesawat Minta Uang' Setiap Kali Melihat Pesawat Melintas, Ini Kisah dan Maknanya

M. Afiqul Adib • Minggu, 10 November 2024 | 00:07 WIB
Tradisi unik yang sering dilakukan saat kecil: berteriak
Tradisi unik yang sering dilakukan saat kecil: berteriak

RADARBONANG.ID - Untuk generasi sebelum tahun 90-an, ada satu kebiasaan unik yang sering dilakukan saat kecil: berteriak 'pesawat, minta uang!' setiap kali melihat pesawat melintas di langit.

Ini bukan sekadar 'ritual' tanpa makna, melainkan menjadi hiburan tersendiri bagi anak-anak zaman itu.

Tapi, pernahkah kita bertanya-tanya tentang kisah dan asal-usul di balik kebiasaan lucu ini? Mengapa pesawat yang lewat diminta untuk memberikan uang?

Saya punya cerita menarik terkait kebiasaan tersebut. Sebagai anak desa, saya dulu juga ikut-ikutan.

Setiap kali ada pesawat melintas, saya dan teman-teman dengan kompak meneriakkan, 'Pesawat, minta uang dong!' sambil memandang langit, berharap pesawat itu benar-benar menurunkan uang dari atas.

Tentu saja, tidak pernah ada uang yang turun, tapi sensasi berteriak itu selalu menyenangkan.

Saat itu, imajinasi kami sederhana—mungkin pesawat membawa bantuan atau berita dari jauh, jadi siapa tahu saja bisa bawa uang juga. Iseng-iseng berharap!

Dulu, saya kira tradisi ini hanya ada di desa saya saja. Tapi setelah ngobrol dengan teman-teman dari berbagai kota, saya baru tahu bahwa kebiasaan ini juga mereka alami.

Ternyata, tradisi ini bukan hanya fenomena lokal, mungkin bisa jadi kebiasaan khas anak-anak Indonesia dari Sabang hingga Merauke kalee ya..hingga semua bocah dari desa atau kota, punya pengalaman serupa.

Penasaran dengan asal-usulnya, saya pun menanyakan pada beberapa orang tua di kampung, dan ternyata kebiasaan ini sudah ada sejak zaman penjajahan Belanda!

Pada masa itu, Indonesia sedang dilanda kesulitan ekonomi.

Banyak rakyat yang kelaparan, dan Belanda memanfaatkan keadaan ini dengan membagikan sembako, pakaian, hingga uang dari pesawat yang melintas di atas desa.

Bayangkan, pesawat lewat dan barang-barang jatuh dari langit—momen yang ditunggu-tunggu, terutama oleh anak-anak yang berharap mendapatkan hadiah dari langit.

Meskipun tradisi teriak 'pesawat, minta uang' terus bertahan meski tidak ada lagi bantuan dari pesawat, kebiasaan ini mencerminkan harapan di tengah keterbatasan.

Nah, itulah kisahnya hingga setiap kali ada pesawat lewat, kita refleks teriak 'pesawat, minta uang!'. Kebiasaan itu jadi bagian dari kesenangan masa kecil.

Bahkan, kebiasaan ini bukan hanya sekadar kenangan masa kecil, tetapi juga mencerminkan realitas ekonomi yang sulit.

Dalam kondisi di mana kebutuhan dasar sulit didapat, imajinasi tentang bantuan yang jatuh dari langit muncul begitu saja.

Ini menunjukkan betapa beratnya keadaan ekonomi pada masa lalu, yang sayangnya, masih terasa relevansi­nya hingga sekarang.

Harapan akan bantuan eksternal menjadi satu-satunya solusi, menciptakan ironi yang menggugah—sebuah pesan tersirat yang terus mengingatkan kita akan ketidakpastian ekonomi yang masih ada. (*)

BERWIBAWA: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI periode 2024–2029 MH Said Abdullah menyampaikan sambutan dalam acara silaturahmi di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Jumat (8/11) malam.(MOH IQBAL/JPRM)
BERWIBAWA: Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI periode 2024–2029 MH Said Abdullah menyampaikan sambutan dalam acara silaturahmi di Desa Mandala, Kecamatan Rubaru, Jumat (8/11) malam.(MOH IQBAL/JPRM)
Editor : Amin Fauzie
#kisah #tradisi #kebiasaan unik #sebelum tahun 90 an #Pesawat Minta Uang