Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Permainan Tradisional Ciblon, Tradisi Leluhur di Tuban, Begini Cara Mainnya

M. Afiqul Adib • Rabu, 6 November 2024 | 17:35 WIB
Permainan tradisional Ciblon.
Permainan tradisional Ciblon.

RADARBONANG.ID - Dalam rangkaian perayaan Hari Jadi Kabupaten Tuban ke-731, Pemkab Tuban menggelar sebuah acara unik yang sepertinya mampu mengajak kita bernostalgia sekaligus tertawa lepas: Festival Ciblon.

Informasi mengenai acara ini dipublikasikan melalui akun Instagram resmi @kabupatentuban.

Festival Ciblon kali ini merupakan penyelenggaraan yang kedua yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Tuban (@disbudporapartuban).

Lebih dari 50 grup Ciblon, baik dari lokal maupun dari luar kota, turut berpartisipasi dalam acara yang meriah ini.

Festival yang digelar di Pemandian Bektiharjo, Semanding, Tuban, pada Minggu (3/11) tersebut mendapat sambutan hangat dari masyarakat.

Acara ini diharapkan menjadi ajang bagi warga dari berbagai usia untuk menikmati pertunjukan yang mencerminkan keunikan budaya lokal.

Menariknya, festival ini berhasil mencuri perhatian pengunjung dari berbagai generasi, terutama para milenial dan Gen Z yang mungkin baru pertama kali melihat permainan tradisional yang satu ini.

Bagi yang belum familiar, ciblon adalah permainan yang memanfaatkan air sebagai instrumen musik.

Orang-orang memukul permukaan air dengan tangan mereka untuk menciptakan bunyi-bunyian ritmis. Suara "dung," "pek," "blung," dan "tek" bergantian terdengar, menghasilkan irama yang khas dan membuat permainan ini terasa hidup.

Di masa lalu, permainan ini kerap dilakukan saat mandi bersama di sungai, di mana masyarakat berkumpul untuk mandi karena belum ada fasilitas kamar mandi di rumah masing-masing.

Festival Ciblon ini, meski sederhana, justru menyimpan makna mendalam.
Selain sebagai ajang hiburan, festival ini juga bertujuan untuk memperkenalkan permainan tradisional kepada generasi muda Tuban.

Keunikan Permainan Tradisional Ciblon

Satu kelompok pemain ciblon biasanya terdiri dari empat hingga lima orang, yang masing-masing punya peran dalam menciptakan irama.

Tak hanya memukul air, mereka juga sering kali menembang lagu-lagu Jawa sambil menikmati permainan.

Ini seperti orkestra air mini yang dimainkan dengan teknik dan kekompakan, tapi juga penuh kelucuan.

Ada nuansa nostalgia yang mengalir, seolah mengajak kita kembali ke masa lalu, ketika mandi di sungai adalah kegiatan yang seru dan sarat keakraban.

Tak hanya musiknya yang menarik, tapi juga penampilan para peserta.

Di Festival Ciblon kali ini, puluhan kelompok masyarakat dari berbagai usia tampil dalam kostum unik.

Mulai dari anak muda hingga orang tua, mereka tampil totalitas, membuat acara ini semakin meriah dan penuh warna.

Menghidupkan Tradisi di Tengah Zaman Modern

Melalui Festival Ciblon, Pemkab Tuban berharap budaya lokal seperti ini tak hanya sekadar dipelajari di sekolah atau buku sejarah, tetapi bisa benar-benar dirasakan dan dinikmati.

Tradisi seperti ciblon mengajarkan kita untuk menghargai kebersamaan, bersenang-senang dengan cara yang sederhana, dan tentu saja, mengingatkan kita pada pentingnya nguri-uri atau menjaga tradisi warisan nenek moyang.

Semoga kegiatan nguri-uri budaya seperti ini bisa terus dikembangkan.

Dengan begitu, generasi mendatang tak hanya tahu bahwa budaya ini pernah ada, tapi juga ikut merasakan keseruan yang dirasakan para leluhur kita saat menikmati musik dari cipratan air sungai. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Hari Jadi Kabupaten Tuban ke 731 #Tradisi Leluhur di Tuban #cara main #permainan tradisional #Ciblon