TUBAN – Masjid Baitussalam yang berada di kompleks Asrama Polisi (Aspol), Kelurahan Kebonsari, Tuban merupakan salah satu masjid tertua yang berada di kelurahan tersebut.
Diperkirakan masjid tersebut berdiri sebelum era proklamasi.
Masjid yang terletak di Jalan AKBP Suroko itu punya sejarah panjang yang tersimpan dalam ingatan para penerusnya.
Edi Prawoto, salah satu pengurus masjid tersebut mengungkapkan jika awal berdirinya masjid ini dulunya tempat singgah prajurit Indonesia ketika berperang melawan Belanda dan Jepang.
‘’Dulu bangunan masjid ini pondasi utamanya kayu dan berlapiskan bambu,’’ ujar dia.
Setelah puluhan tahun tahun, Masjid Baitussalam telah mengalami banyak renovasi.
Hingga saat ini bangunannya sudah lebih kokoh dengan ornamen yang mengikuti zaman.
‘’Untuk kepengurusannya masih berlanjut hingga sekarang ini, sejarahnya pula juga akan tetap diingat oleh para penerusnya,’’ imbuhnya.
Adapun kegiatan rutin masjid tersebut adalah selalu mengadakan pengajian setiap Sabtu Legi. Tradisi puluhan tahun itu masih dilestarikan hingga sekarang.
‘’Biasanya mengundang kiai asli Tuban sebagai penceramah,’’ jelas Edi.
Pada bulan Ramadan ini, Masjid Baitussalam juga punya rutinitas menyediakan kudapan dan makanan untuk berbuka.
Disediakan bagi jamaah yang singgah untuk salat magrib dan masyarakat umum.
‘’Makanan dan camilan yang disediakan bersumber dari swadaya warga sekitar, jumlahnya tidak menentu setiap harinya,’’ kata pria berusia 60 tahun itu.
Pengurus masjid juga selalu menyisihkan makanan dan takjil untuk jamaah yang melakukan tadarus tiap malamnya.
‘’Kami selalu menyediakan makanan bagi para jamaah yang melakukan tadarus,’’ imbuhnya.
Edi menambahkan, biasanya ketika musim ziarah Sunan Bonang, masjid selalu dibanjiri jamaah masjid dari luar kota. Mereka singgah untuk salat dan istirahat sebentar.
‘’Karena tempatnya dekat dengan parkiran peziarah, jadi selalu jadi rujukan tempat istirahat para peziarah dari luar Tuban,’’ pungkasnya. (an/yud)
Editor : Amin Fauzie