TUBAN-Setiap negara memiliki tradisi dan budaya khas dalam merayakan Lebaran atau Hari Idul Fitri yang jatuh pada 1 Syawal.
Pada Hari Kemenangan setelah umat Islam menjalankan puasa Ramadhan selama sebulan penuh tersebut dirayakan penuh suka cita dan kekeluargaan.
Berikut tradisi dan budaya unik Lebaran pada 11 negara:
1. Indonesia
Setelah buka puasa Ramadhan pada hari terakhir, seluruh mushola dan masjid di Indonesia menggelar takbiran.
Takbiran juga digelar keliling dengan jalan kaki maupun menaiki kendaraan.
Tradisi khas lainnya dari Lebaran di tanah air adalah pulang kampung. Mereka yang merantau, mudik ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri bersama keluarga.
Ketika merayakan Hari Kemenangan, mayoritas masyarakat Indonesia mengenakan baju baru untuk saling bersilaturahmi dan menggelar halal bi halal.
Lebaran di Indonesia juga dirayakan dengan makan ketupat dan sajian beraneka kue.
Tradisi lain yang tidak dilupakan adalah bagi-bagi tunjangan hari raya (THR) dan kirim parcel Lebaran.
2. Arab Saudi
Lebaran di Arab Saudi dirayakan dengan menggelar berbagai pertunjukan seni.
Pertunjukan tersebut, teater, pembacaan puisi, parade musik, tari, dan pertunjukan seni lainnya.
Untuk menyambut datangnya Idul Fitri, rumah-rumah di Arab Saudi juga dihias dengan berbagai hiasan khas.
Tradisi lain, makan bersama keluarga dengan menu daging domba yang dicampur dengan nasi dan sayuran tradisional.
Seperti halnya di Indonesia, ketika Lebaran, masyarakat Arab Saudi saling mengunjungi dan bersilaturahmi dengan sanak saudara serta tetangga.
3. Turki
Hari Raya Idul Fitri di Turki disebut Bayram. Pada perayaan tersebut, orang-orang mengenakan pakaian khas yang dinamakan Bayramlik.
Mereka merayakannya dengan saling memberikan salam dengan ucapan, ‘’Bayraminiz Kutlu Olsun”, “Mutlu Bayramlar”, atau “Bayraminiz Mubarek Olsun”. Arti salam tersebut, selamat merayakan Hari Raya Bayram.
Ketika mengucapkan salam, yang lebih muda memberikan hormat kepada yang lebih tua dengan cara mencium tangan atau bersujud.
Mereka juga keliling dari rumah ke rumah untuk memberikan salam Bayram dan doa.
Ketika dikunjungi, penghuni rumah memberikan coklat, permen, uang koin, atau makanan tradisional Turki seperti Lokum dan Baklava.
Di Turki, hanya pria saja yang sholat Ied di masjid. Sedangkan kaum perempuan berdiam di rumah.
4. China
Perayaan Hari Raya Idul Fitri di China yang paling meriah berada di daerah Xinjiang dan Yunnan yang dihuni mayoritas muslim.
Setelah Shalat Ied, mereka bersilaturahmi dan makan bersama dengan keluarga dan tetangga terdekat.
Seusai bersilaturahmi, mereka berziarah ke makam-makam leluhur atau makam tokoh muslim setempat. Mereka juga berdoa untuk ratusan umat muslim yang meninggal pada masa pemerintahan Dinasti Qing dan Revolusi Kebudayaan.
Ketika merayakan Idul Fitri, mereka mengenakan baju khas Lebaran. Kaum pria mengenakan jas dan kopiah berwarna putih. Sedangkan wanita menggunakan baju hangat dan kerudung.
5. Amerika
Meski penduduknya mayoritas nonmuslim, perayaan Hari Raya Idul Fitri di Amerika Serika tetap meriah.
Mereka merayakannya dengan saling memberi kabar tentang datangnya 1 Syawal melalui telepon maupun mengirim pesan elektronik.
Seperti halnya di Indonesia, setelah sholat Ied, muslim di Amereka Serikat saling berpelukan dan menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri.
Pakaian yang mereka kenakan adalah kekhasan daerah masing-masing. Itu karena sebagian besar merupakan warga imigran.
6. Australia
Muslim di Australia tergolong kaum minoritas. Meski demikian, mereka bebas merayakan Lebaran.
Hampir semua perusahaan memberikan hari libur kepada karyawannya yang menganut agama Islam agar bisa beribadah dan berkumpul dengan keluarganya.
Lebaran di Australia juga dimeriahkan dengan festival multikultur yang tidak hanya melibatkan muslim, namun juga umat agama lain.
Pada perayaan tersebut, dijajakan makanan khas Australia.
7. India
Setelah sholat Idul Fitri di masjid, muslim di India berkumpul dengan sanak saudara sambil menyantap makanan khas Lebaran.
Makanan khasnya bernama Siwaiyaan, yaitu campuran bihun manis yang disajikan dengan susu dan buah-buahan kering.
8. Malaysia
Tradisi merayakan Lebaran di Malaysia mirip dengan Indonesia. Sajian yang pasti ada adalah ketupat dan rendang.
Muslim di Negeri Jiran tersebut juga menjalin silaturahmi dengan sanak saudara. Yang muda memberikan hormat kepada yang tua.
Biasanya, mereka yang sudah bekerja atau berpenghasilan memberikan hadiah uang kepada para kerabat, teman, dan tetangga.
Tradisi lain Lebaran di Malaysia adalah balik kampung dan berziarah ke makam sanak keluarganya.
9. Mesir
Di Mesir, silaturahmi Lebaran hanya dengan mengunjungi rumah keluarga saja. Tidak kepada tetangga di sekitar tempat tinggalnya.
Sambil berkumpul, mereka menyantap hidangan khas Lebaran, yaitu ranja, makanan yang terbuat dari ikan asin dan acar.
10. Nigeria
Di Nigeria, Idul Fitri dikenal dengan nama Sallah Kecil. Pada hari itu, mereka saling mengucapkan salam dengan ucapan, “Barka Da Sallah.’’ Artinya adalah Salam Sejahtera di Hari Raya.
Mayoritas Masyarakat di Negeria beragama Islam dan Kristen. Meski beda agama, mereka hidup berdampingan dengan damai dan saling menghormati.
Karena itu, ketika muslim merayakan Lebaran, umat Kristiani juga membantu.
11. Suriname
Sebagian penduduk asli Suriname adalah orang yang berasal dari suku Jawa. Itu karena pada zaman penjajahan Belanda, banyak orang bersuku Jawa yang dikirim ke sana untuk menjadi kuli kontrak.
Karena itu, mereka memiliki kedekatan dengan Indonesia. Penanggalan Hari Raya Idul Fitri di Suriname dihitung berdasarkan pada primbon peninggalan nenek moyangnya dari Jawa. (*)
Editor : Amin Fauzie