Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Kuliner Khas Ramadhan di Masjid Astana Bonang Sajikan Bubur Suro, Lestarikan Konsep Dakwah Sunan Bonang

M. Mahfudz Muntaha • Sabtu, 16 Maret 2024 | 01:01 WIB
LESTARIKAN TRADISI: Proses memasak bubur suro sesaat sebelum dibagikan kepada masyarakat.
LESTARIKAN TRADISI: Proses memasak bubur suro sesaat sebelum dibagikan kepada masyarakat.

TUBAN – Ingin mencicipi kuliner khas Ramadhan di Tuban? Bubur suro yang disajikan di halaman masjid Astana kompleks Makam Sunan Bonang bisa menjadi pilihan sajian.

Memiliki cita rasa khas Timur Tengah, bubur ini setiap harinya bisa dinikmati siapa saja menjelang buka puasa dengan gratis.

Sama seperti di Masjid Al Muhdhor, takmir Masjid Astana Bonang rutin berbagi bubur setiap sore. Kudapan yang dibagikan bubur dari beras dicampur daging atau lebih populer dengan sebutan bubur suro atau bonang.

Setiap harinya selama Ramadan, didirikan dapur dadakan. Lokasinya persis di samping pos keamanan. Setiap pukul 14.00, takmir masjid mulai memasak di kuali besar dan siap dibagikan satu jam kemudian.

Begitu disajikan, antusias masyarakat untuk datang sembari membawa wadah makanan selalu membeludak.

Pengurus Yayasan Sunan Bonang Tuban Ahmad Hidayaturrohman mengatakan, tradisi pemberian bubur suro di kompleks Makam Sunan Bonang ini sudah berjalan sangat lama yang dilakukan setiap Ramadan.

‘’Pastinya sejak kapan saya tidak tahu pasti, tapi sejak saya kecil pembagian bubur ini sudah ada,’’ ujarnya.

Menurut Gus Dayat, sapaan akrabnya, tradisi berbagai bubur suro ini untuk  meneruskan ajaran Sunan Bonang serta para Wali Sanga.

Bubur suro mengusung konsep ajaran Sunan Bonang agar memberikan makan pada orang yang lapar.

Sebab ketika memberikan dakwah dan masyarakat kelaparan, maka tidak akan didengarkan.

‘’Maka diwujudkan dengan pembagian bubur suro ini,’’ bebernya.

Dulunya, bubur suro dibuat karena ada orang Arab yang menjadi donatur tetap untuk membuat bubur di komplek Masjid Astana Sunan Bonang.

‘’Pada saat itu setiap hari selalu memberikan sumbangan 25 kilogram beras, dan takaran itu masih sama sampai saat ini,’’ ujarnya.

Tradisi yang sudah sejak terlaksana itu harus terus dilestarikan. Namun, kini sumbernya didanai oleh Yayasan Makam Sunan Bonang. (fud/yud)

Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Photo
Editor : Amin Fauzie
#kuliner khas ramadhan #Konsep Dakwah Sunan Bonang #tuban