TUBAN-Kedekatan pekerja pande besi dengan hal-hal yang berbau supranatural tidak hanya libur kerja di hari keramat dan membaca mantra agar tubuh kebal api, mereka juga harus menghindari emosi.
Mengendalikan emosi itulah yang menjadi ‘’ritual’’ pelengkap Sugeng Jaya ketika membuat beragam senjata tajam di bengkel pande besinya di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Senjata tajam tersebut mulai celurit, pisau, golok, hingga pedang.
‘’Dengan membuatnya tanpa emosi, bahkan sekadar menggerutu, berarti menjaga ‘’ruh’’ senjata yang dibuat tetap adem. Dengan begitu, senjata tak akan digunakan sang pemesan untuk melukai, apalagi membunuh orang,’’ tuturnya.
Terlepas dari ikhtiarnya dalam membuat senjata yang tidak menumpahkan darah, pria 53 tahun itu mengutarakan, kalaupun senjata yang dipesan digunakan sang pemesan atau orang lain untuk melukai maupun membunuh orang, hal tersebut di luar kehendaknya.
‘’Itu tanggung jawab yang bersangkutan,’’ ujarnya.
Yang jelas, kata bapak empat anak itu, dia sudah berusaha secara jasmani dan rohani dalam membuat karya yang beraura positif dan hanya digunakan pemesan atau pemakai untuk hal-hal yang baik-baik saja.
Selain menjaga ‘’ruh’’ karyanya tetap adem, pande besi kelahiran Desa Punggulrejo, Kecamatan Rengel itu mengatakan, kualitas senjata buatannya dari segi teknis, fisik atau yang kasat mata, betul-betul dijaga.
‘’Selama ini, dalam membuat celurit, pisau, golok, pacul, hingga pedang, saya selalu menggunakan besi pir truk,’’ bebernya.
Pir truk, kata dia, kualitasnya nomor wahid. Besi peranti truk tersebut kuat dan tua.
Meski bahan pir truk lebih kuat, ketika membentuk dan memolesnya lebih rekoso. ‘’Kalau sudah jadi, tidak mudah cuil, apalagi patah,’’ ujarnya.
Sugeng mengungkapkan, dibandingkan dengan celurit, pisau, golok, pacul, hingga pedang hasil pabrikan, dia berani menjamin karya-karyanya lebih kuat.
‘’Benda-benda bilah atau senjata dibuat oleh mesin itu kebanyakan rapuh,’’ ujarnya.
Selain tak dihasilkan oleh jiwa dan perasaan pande besi, lanjut dia, senjata pabrikan itu bahannya besi muda.
Ketika digunakan gampang cuil, bahkan patah. (*)