TUBAN-Nama Pasar Bongkaran Tuban, Jawa Timur begitu melegenda.
Tempat transaksi pedagang dan pembeli tersebut sebenarnya bernama Lokasi Bongkar Muat Pasar Baru Tuban.
Lokasinya di belakang Pasar Baru Tuban di Kelurahan Gedongombo, Kecamatan Semanding.
Lokasi Bongkar Muat dan Pasar Baru Tuban hanya dipisahkan dengan jalan.
Karena sebenarnya bukan pasar, jangan berharap menemukan bedak di lokasi ini.
Di sepanjang lahan bongkaran yang panjangnya tak lebih dari 150 meter dan lebarnya sekitar enam meter, para pedagang menggelar lapaknya dengan alas terpal atau karung plastik.
Hanya satu-dua pedagang yang menggunakan meja dagangan dan kotak-kotak kayu.
Dagangan yang dijual beragam dan khas pasar tradisional. Mulai sayur-sayuran, bumbu dapur, ikan, ayam, umbi-umbian, hingga buah.
Pasar Bongkaran menjadi pilihan penjual makanan dan sebagian ibu rumah tangga.
Itu karena pasar ini buka mulai petang, persisnya setelah Maghrib, ketika Pasar Baru sebagai pasar induk belum buka.
Pasar Bongkaran bubar pada pagi harinya sekitar pukul 07.00, setelah Pasar Baru beroperasi.
Ketika pasar ini bubar, sebagian pedagangnya masuk Pasar Baru dan sebagian pulang.
Setelah pedagang Pasar Bongkaran bubar, pedagang unggas yang bersepeda motor dan bersepeda pancal menempatinya.
Tidak hanya menjadi pilihan ketika pedagang makanan atau ibu rumah tangga yang butuh belanjaan pada malam hari, Pasar Bongkaran dipilih karena sebagian harga komoditasnya lebih murah dari pasar induk.
‘’Di Pasar Bongkaran harganya seperti grosir,’’ ujar Nur, warga Kelurahan Kingking, Kecamatan Tuban.
Murahnya harga sejumlah komoditas di Pasar Bongkaran dikaitkan dengan berdampingannya aktivitas pembongkaran barang dagangan dengan aktivitas pasar.
Karena baru turun, sejumlah komoditas yang dijual pedagang seperti sayur dan buah, kondisinya lebih segar. (*)