TUBAN-Eksistensi musik tradisional terbang jidor di Tuban, Jawa Timur terancam terkikis.
Suhartono, salah satu pemain terbang jidor dari grup Nurul Makruf dan Kapok Gusti yang berdomisili di Rengel timur mengatakan, sebelum era 1990-an, terbang jidor masih sering tampil pada acara khitanan dan pengantin.
‘’Sekarang, hanya tampil pada acara manganan kuburan di sejumlah desa,’’ ujarnya.
Suhartono menyampaikan, lima desa di Kecamatan Rengel termasuk rutin mendatangkan grup terbang jidor setiap manganan kuburan.
Kelima desa tersebut, Campurejo, Banjarum, Prambon Wetan, dan Banjaragung.
‘’Untuk desa lain belum mentradisikan,’’ ujar penabuh gender itu.
Terbang jidor merupakan salah satu sarana yang digunakan Wali Songo untuk menyebarkan ajaran Islam.
Peralatan musik yang dimainkan, gender, dumbuk, jidor, dan terbang.
Lantunannya, pujian dan Sholawat Nabi yang dibawakan dengan suara melengking dan mendayu-dayu. (*)