Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Terbang Jidor, Musik Khas Pesisir Tuban. Banyak Pelaku Seninya yang Meninggal tanpa Penerus

Dwi Setiyawan • Jumat, 23 Februari 2024 | 16:00 WIB

Salah satu grup musik terbang jidor yang tampil pada Festival Terbang Jidor pada 7 November 2011 di Gedung Budaya Loka Tuban.
Salah satu grup musik terbang jidor yang tampil pada Festival Terbang Jidor pada 7 November 2011 di Gedung Budaya Loka Tuban.


TUBAN-Upaya melestarikan musik tradisional terbang jidor di Tuban, Jawa Timur dilakukan pemkab setempat pada 7 November 2011 atau 13 tahun silam.

Salah satunya dengan menggelar Festival Terbang Jidor di Gedung Budaya Loka Tuban, Jalan Basuki Rachmad.

Hasilnya, festival memainkan alat musik yang digunakan Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam tersebut jauh dari harapan.

Diwawancarai setelah penyelenggaran festival, Sutaji, ketua panitia mengatakan, dari 20  peserta, hanya 5 peserta yang murni menampilkan terbang jidor.

Selebihnya, semibanjari. Bahkan, ada pula yang tongklek.

Dia menerangkan, peralatan musik tradisional yang seharusnya dimainkan grup gerbang jidor adalah gender, dumbuk, jidor, dan terbang.

‘’Kalau dimodifikasi dengan kentongan atau alat musik lain, terbang dan jidor yang menjadi pakem tidak boleh ditinggalkan,’’ ujarnya.

Sutaji mengakui terbang jidor terancam terkikis.

Menurut dia, grup musik terbang jidor di Tuban hanya bisa dihitung dengan jari.

‘’Setelah sejumlah pelaku seninya yang berusia uzur banyak yang meninggal, hanya beberapa generasi muda yang meneruskan,’’ ujarnya. (*)

Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha
Direktur Digital & Teknologi Informasi BRI Arga M. Nugraha
Editor : Amin Fauzie
#wali songo #Musik Khas Pesisir #Terbang Jidor