TUBAN-Upaya melestarikan musik tradisional terbang jidor di Tuban, Jawa Timur dilakukan pemkab setempat pada 7 November 2011 atau 13 tahun silam.
Salah satunya dengan menggelar Festival Terbang Jidor di Gedung Budaya Loka Tuban, Jalan Basuki Rachmad.
Hasilnya, festival memainkan alat musik yang digunakan Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam tersebut jauh dari harapan.
Diwawancarai setelah penyelenggaran festival, Sutaji, ketua panitia mengatakan, dari 20 peserta, hanya 5 peserta yang murni menampilkan terbang jidor.
Selebihnya, semibanjari. Bahkan, ada pula yang tongklek.
Dia menerangkan, peralatan musik tradisional yang seharusnya dimainkan grup gerbang jidor adalah gender, dumbuk, jidor, dan terbang.
‘’Kalau dimodifikasi dengan kentongan atau alat musik lain, terbang dan jidor yang menjadi pakem tidak boleh ditinggalkan,’’ ujarnya.
Sutaji mengakui terbang jidor terancam terkikis.
Menurut dia, grup musik terbang jidor di Tuban hanya bisa dihitung dengan jari.
‘’Setelah sejumlah pelaku seninya yang berusia uzur banyak yang meninggal, hanya beberapa generasi muda yang meneruskan,’’ ujarnya. (*)