Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Caluk, Senjata Perlawanan Rakyat Tuban Melawan Penjajah. Senjata Tradisional Khas dari Trantang, Kerek

Dwi Setiyawan • Selasa, 13 Februari 2024 - 01:00 WIB
Senjata tradisional caluk
Senjata tradisional caluk



TUBAN-Senjata caluk dipakai rakyat Tuban, Jawa Timur dalam perlawanan pada Agresi Militer II Belanda 1949.

Begitu fenomenalnya perlawanan rakyat dengan senjata tradisional ini, dibangun Tugu Caluk di Kelurahan Sidomulyo, Kecamatan Tuban.

Begitu juga Tugu Kepet di Desa Kepet, Kecamatan Semanding.

Tugu di tepi jalan Tuban—Babat tersebut menggambarkan pejuang bersenjata caluk yang membantai tentara Belanda.

Selama ini, caluk dipakai masyarakat Tuban untuk mengupas kelapa atau siwalan, memotong bambu, memangkas pohon, dan membelah kayu.

Bentuk senjata ini memanjang seperti golok dengan kapak di tengahnya.

Pemerhati sejarah dan budaya Teguh Fatchur Rozi menuturkan, berdasar cerita tutur masyarakat, caluk erat kaitannya dengan sebutan caluk trantang.

‘’Zaman dulu, pembuat caluk dikenal dengan Ki Trantang yang konon tinggal di wilayah Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban,’’ tulisnya pada akun Instagram Kambang Putih Heritage.

Versi lain, kata dia, menyebut nama Trantang berasal dari nama asalnya, yakni Desa Trantang, Kecamatan Kerek.

‘’Terlepas dari kedua versi tersebut telah menunjukkan bahwa senjata ini produk asli Kabupaten Tuban,’’ tulis pria lulusan sejarah peradaban Islam Uinsa Surabaya itu.

Teguh mengatakan, senjata caluk termasuk dalam golongan kudi atau kujang berukuran panjang dan memiliki dua fungsi.

Itu karena caluk merupakan gabungan antara kapak dan bendho.

Menurut dia, biasanya bagian kapaknya dipakai untuk membelah atau memotong kayu.

Sedangkan bagian atasnya, bendho dipakai untuk menghaluskan permukaan bambu atau kayu.

Teguh menyampaikan, pada masa kolonialisme, senjata apa pun bisa digunakan untuk melawan penjajahan.

‘’Berhubung saat itu warga Tuban banyak yang memiliki caluk, maka warga Tuban banyak yang menggunakan caluk sebagai senjata melawan penjajah,’’ ujar pria yang kini menempuh pascasarjana pendidikan agama Islam di Uinsatu Tulungagung itu.

Dengan beragamnya fungsi dan kegunaan caluk sekaligus senjata perlawanan rakyat Tuban melawan kolonialisme, Teguh berharap caluk trantang bisa didaftarkan menjadi warisan budaya tak benda dari Tuban. (*)

Editor : Amin Fauzie
#caluk #senjata tradisional #trantang #kecamatan kerek