TUBAN – Permainan tradisional terompah panjang, dagongan, egrang, engklek, gobak sodor, balap karung, dan congklak sekarang ini jarang terlihat dimainkan di Tuban, Jawa Timur.
Pada peringatan Hari Ulang Tahun Kemerdekaan 17 Agustus sekalipun, pemainan warisan budaya ini jarang dilombakan.
Khususnya balap karung. Sepuluh tahun terakhir, permainan ini nyaris tak terlihat digelar di kampung-kampung.
Sebelum era 1980-an, balap karung merupakan salah satu permainan yang paling sering dilombakan di perkampungan. Khususnya pada peringatan kemerdekaan.
Upaya melestarikan permainan tradisional yang memiliki unsur olahraga ini kali terakhir digelar Pemkab Tuban pada 5 Oktober 2015 atau sekitar sembilan tahun lalu.
Penyelenggaranya Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tuban.
Kasi Olahraga Bidang Pordikmas dan Jarahnitra Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Tuban, Rasul mengatakan, permainan tradisional ini bisa menjadi olahraga alternatif.
Selain olahraga, juga ada unsur permainan atau hiburan.
‘’Manfaatnya tidak hanya untuk kesehatan fisik, namun kesehatan rohani,’’ ujar dia diwawancarai pada 5 Oktober 2015.
Rasul juga menyampaikan, permainan tradisional tersebut juga bisa membuat yang memainkannya ceria dan bahagia, sehingga bisa menyehatkan jiwa.
Dalam permainan tradisional ini, kata dia, kerja sama antarpemain dalam satu tim sangat memengaruhi penampilan tim.
Pada 2014, tim olahraga tradisional Tuban memiliki nama. Khususnya terompah panjang putra dan putri.
Pada 2014, kedua tim mendapat predikat terbaik pada gelaran olahraga tradisional di Jawa Timur.
Atas prestasi tersebut, tim Tuban mewakili Jatim pada ajang yang sama di Bali. (*)