TUBAN-Kerbau bukan termasuk ternak yang difavoritkan peternak maupun petani di Tuban, Jawa Timur.
Sebagian petani dan peternak di Tuban memelihara kerbau untuk memenuhi permintaan masyarakat Kudus, Jawa Tengah yang pantang makan daging sapi.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, populasi kerbau pada 2023 hanya 704 ekor.
Bandingkan dengan sapi. Pada tahun yang sama jumlahnya mencapi 235.400 ekor.
‘’Populasi kerbau pada 2023 hanya 0,3 persen dari populasi sapi,” ujar statistisi muda BPS Tuban Ika Rahmawati.
Jumlah populasi kerbau pada 2023, kata dia, sudah meningkat 36 persen dibanding tahun sebelumnya yang hanya 452 ekor.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan Tuban Eko Julianto mengatakan, masyarakat Tuban lebih tertarik memelihara sapi dibanding kerbau karena nilai jualnya.
Menurut dia, sapi lebih bernilai investasi yang tinggi untuk masa depan atau tabungan.
‘’Kalau misalkan butuh untuk biaya anak, atau hajat lainnya bisa dengan menjual sapi,” ujarnya.
Berbeda dengan petani pemelihara kerbau yang memanfaatkan tenaganya
untuk membajak sawah.
‘’Setelah banyak petani yang beralih menggunakan tenaga mesin, tentu kerbau sudah tidak banyak digunakan,” ujarnya.
Eko menyampaikan, petani maupun pemelihara kerbau yang masih bertahan berada di wilayah Kecamatan Bangilan, Kenduruan, dan Jatirogo.
Salah satunya untuk memenuhi permintaan dari Jepara dan Kudus.
‘’Karena di sana ada kepercayaan yang dianut,” pungkasnya.
Kepercayaan dimaksud terkait pantangan bagi masyarakat Kudus mengonsumsi daging sapi.
Pantangan tersebut dikaitkan dengan larangan Sunan Kudus terhadap masyarakat setempat mengonsumsi daging sapi.
Tujuannya, ketika itu, untuk menghormati para pemeluk agama Hindu yang saat itu masih mayoritas.
Bagi umat Hindu, sapi diyakini sebagai jelmaan Dewa Syiwa. Karena itu, mereka menyucikan sapi.
Larangan Sunan Kudus tersebut mendapat simpati sebagian besar pemeluk Hindu. Sebagian di antara mereka akhirnya memeluk Islam.
Itu yang menjadikan kerbau lebih memiliki nilai ekonomis di Kudus.
Terutama pada kurban, banyak tengkulak di Kudus yang membeli kerbau dalam jumlah banyak.
Kerbau yang dipelihara masyarakat Tuban juga memenuhi kebutuhan rumah makan sate dan gule kerbau di Jepara. (*)