TUBAN-Penjual jamu gendong di Tuban, Jawa Timur sejak sekitar 20 tahun terakhir menghilang.
Sebelum era 2000-an, masih sering dijumpai penjual jamu gendong yang menempatkan botol-botol jamunya pada bakul yang digendong menggunakan kain batik, jarit, dan jenis kain lain.
Zakiyah, warga Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban mengatakan, di era tersebut, banyak penjual jamu gendong di Tuban keluar masuk kampung. Termasuk di lingkungan tempat tinggalnya, Kutorejo.
Beragam jamu tradisional yang dijual, kunyit asem, beras kencur, cabe puyang, pahitan, kunci suruh, kudu laos, dan gepyokan.
‘’Sebagian besar dari Solo. Kelompok mereka kontrak pada sebuah rumah di gang enam Kutorejo,’’ ujarnya.
Zakiyah termasuk pelanggan jamu gendong.
‘’Langganan saya Mbok Yem. Orangnya gemuk dari Solo,’’ tutur pegawai negeri sipil itu.
Sekarang, penjual tamu tradisional naik sepeda pancal. Selebihnya sepeda motor. Hampir semuanya warga lokal Tuban.
Zakiyah menyebut penjual jamu tradisional sekarang tidak selengkap dulu.
‘’Mereka lebih banyak membawa jamu racikan pabrik yang disedu langsung, tidak membuat sendiri seperti jamu gendong,’’ tuturnya. (ds)