Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sedekah Laut, Tradisi di Kalangan Nelayan Tuban. Mitos Keberadaan Penguasa Laut Utara

Dwi Setiyawan • Kamis, 4 Januari 2024 | 17:00 WIB

Nelayan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur membawa miniatur kapal berisi sesaji menuju kapal yang mengangkut ke tengah laut.
Nelayan Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur membawa miniatur kapal berisi sesaji menuju kapal yang mengangkut ke tengah laut.


TUBAN-Sedekah laut adalah tradisi adat yang wajib dilaksanakan setiap bulan Rajab.

Kalau tidak, sebagian nelayan memercayai penguasa laut utara akan murka dan menurunkan balak atau musibah.

‘’Musibah itu tidak hanya kecelakaan di laut, namun juga sulitnya mendapatkan tangkapan ikan,’’ kata Warijan, tetua nelayan di Kelurahan Karangsari, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Dia mengungkapkan, jangankan tidak menggelar sedekah laut, terlambat menggelar saja, penguasa laut pasti menagih.

Warijan mencontohkan sejumlah kejadian mistis yang pernah dialami nelayan karena telat menggelar sedekah laut pada 1970-an.

‘’Muncul ikan cucut yang ukurannya sebesar tiga rumah. Hampir semua nelayan Tuban melihat ikan gaib tersebut,’’ tutur pria bertubuh kerempeng itu.

Sesaat setelah muncul, ikan tersebut menghilang. Perlambang lain marahnya penguasa laut adalah munculnya kapal besar yang mendekati perahu nelayan.

‘’Nelayan merasa diterjang. Namun, ternyata terjangan kapal gaib tersebut tak terasa sama sekali,’’ ujarnya.

Nelayan melarung miniatur kapal berisi sesaji di Pantai Karangsari, Kecamatan Tuban.
Nelayan melarung miniatur kapal berisi sesaji di Pantai Karangsari, Kecamatan Tuban.

Begitu kentalnya kepercayaan dalam tradisi tersebut, sesaji yang dilarung pun sudah dipakemkan secara turun-temurun.

Sebuah takir (wadah dari daun pisang) berisi aneka bumbu pepek (lengkap).

Bumbu tersebut antara lain lombok, kemiri, bawang merah, bawang putih, merica, pala, kunyit, jahe, terasi, garam, daung bawang, dan mesoyi.

Takir lain berisi kembang boreh, jambe, daun sirih, menyan arab, telur, satu botol minyak wangi, dan rokok siung.

Persis di tengah perahu sesaji tersebut teronggok ayam panggang utuh berikut nasi tumpeng. Di sisi perahu saji disandarkan sepasang boneka kain. (*)

Editor : Amin Fauzie
#tradisi #nelayan #Bulan Rajab #sedekah laut #penguasa laut #tuban