TUBAN-Kirab menggunakan rontek pada pengantin adat Jawa mulai ditinggalkan.
Tradisi Kirab Rontek yang tergerus zaman tersebut jarang ditampilkan di Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Tradisi luhur yang sarat makna tersebut salah satunya diangkat pada sebuah perhelatan pengantin di gedung Graha Sandya Tuban pada 23 Februari 2014.
Diiringi alunan gending Ibu Pertiwi, pasangan pengantin tersebut keluar dari pintu barat daya Graha Sandiya.
Gending yang liriknya berisi syukur atas nikmat Allah pada bumi yang kita pijak tersebut seolah mengagungkan barisan kirab.
Barisan terdepan kirab, cucuk lampak. Setiap langkah pria yang mengenakan busana kesatrian tersebut berperan membuka jalan.
Di belakangnya berurutan mengirimi dua pembawa rontek dan empat pagar ayu yang mengenakan busana basahan.
Persis di belakang barisan inilah, pasangan pengantin Siswanto Mega Utomo dan Yuritma Ardhita Dwi Putri berjalan dinaungi payung pada kedua sisinya.
Setelah itu, kedua orang tua mempelai dan pengiring berbaris di belakangnya. Adat mengiring pasangan pengantin dengan rontek sekarang ini jarang ditemukan. Begitu juga prosesi melepas sepasang burung merpati putih sebelum acara kirab.
Arni Setiono, salah satu kru pengatur acara mengatakan, dua hal ini lama ditinggalkan karena dianggap tidak melekat pada adat pengantin Jawa.
Karena itulah, dia berharap gawe yang dihelat keluarga Pinarto-Min Tri yang ngunduh mantu tersebut bisa menjadi kiblat adat pengantin Jawa di Tuban. Atau setidaknya menjadi wahana untuk uri-uri adat yang tergerus zaman tersebut.
Asyari Sogol, budayawan Tuban mengatakan, rontek adalah tradisi Islam yang dimasukkan dalam adat pengantin Jawa.
Tradisi yang sama juga dimasukkan dalam kirab anak khitan di pesisir Jawa dan kesenian sandur khas Tuban.
Menurut dia, empat warna hiasan kertas yang menempel pada tancapan kayu lidi menyerupai pohon kelapa tersebut penuh makna simbolis.
Rontek hijau bisa dimaknai dari harapan kemakmuran. Kuning bermakna kemuliaan dan keagungan. Sementara merah lambang keberanian dan putih kesucian.
Sementara sepasang burung merpati putih yang dilepas melambangkan niat suci pasangan pengantin yang melambung tinggi.
Bisa juga disimbolkan sebagai berakhirnya masa kebebasan atau lajang pasangan pengantin. Kirab dengan iringan-iringan rontek adalah salah satu rangkaian dari prosesi pengantin adat Jawa yang dihelat pasangan ini.
Prosesi sebelumnya dihelat dengan adang uduk atau memasang nasi uduk untuk dibagikan tetangga dan kerabat. Setelah itu dilanjutkan khataman Alquran dan sholat.
Prosesi berikutnya, sungkeman, beketeple, siraman yang menggunakan air dari tujuh sumber dan midodareni. Setelah akad nikah, acara adat berikutnya berlanjut pada temu manten. (*)
Editor : Amin Fauzie