TUBAN– Sejak 2018, di Kabupaten Tuban, Jawa Timur berlangsung tradisi penyucian tosan aji massal setiap Sura. Tempatnya berpindah-pindah, sesuai ilham yang diterima penyelenggara.
Pada Sura 2023, ritual pembersihan pusaka berlangsung di Desa Rengel, Kecamatan Rengel. Tahun sebelumnya di Desa Ngino, Kecamatan Semanding.
Prosesi penyucian yang diikuti ratusan pusaka koleksi pribadi dan komunitas tersebut lekat dengan tradisi.
Delapan penjamas atau penyuci pusaka telanjang dada dan hanya mengenakan kain putih tanpa jahitan untuk sarung dan penutup kepala.
Sedangkan yang membantunya mengenakan surjan serbahitam.
Prosesi dimulai dengan penyucian menggunakan air jeruk dan sabun untuk membersihkan karat. Selanjutnya dikeringkan dengan cara diangin-anginkan.
Setelah kering, pusaka diberi minyak racikan khusus dari penjamas.
Proses terakhir diberi nama laminasi tersebut berfungsi agar besi pusaka tahan karat lebih lama.
Miga Ashari, salah satu anggota komunitas pelestari tosan aji Megalamat mengatakan, tradisi tahunan setiap Sura tersebut bertujuan untuk melestarikan warisan budaya sekaligus mengedukasi tentang sejarah dan asal-usul salah satu senjata khas kerajaan zaman dulu.
‘’Seluruh kegiatan ini swadaya dari teman-teman komunitas karena ingin
melestarikan warisan budaya kita yang luhur,’’ jelasnya. (ds)