Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Sunan Bejagung Ditugaskan Syekh Jumadil Kubro Siar Islam ke Tuban. Menempati Tanah Perdikan di Bejagung Pemberian Adipati Wilwatikta

Dwi Setiyawan • Selasa, 19 Desember 2023 | 18:00 WIB
Makam Sunan Bejagung Kidul di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.
Makam Sunan Bejagung Kidul di Desa Bejagung, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

TUBAN-Bagaimana Sunan Bejagung tiba di Tuban, Jawa Timur untuk menyiarkan agama Islam?

Babad Sunan Bejagung (BSB) yang diterbitkan Ponpes Sunan Bejagung Semanding, Kabupaten Tuban mengungkapkan, sejarah kedatangan Sunan Bejagung dikaitkan dengan hancurnya Kerajaan Pasai di Kutai.

Setelah Pasai hancur, terjadi eksodus besar-besaran mubalig Arab yang dipimpin Syekh Jumadil Kubro.

Pengikutnya, Syekh Ibrohim Asmoro Qondi, Maulana Ishak, Maulana Malik Ibrahim, Maulana Abdullah Asyari Sunan Bejagung dan ulama lainnya.

Sesampai di tlatah Jawa yang menjadi tujuannya, Syekh Jumadil Kubro membagi tugas dakwah. Beliau sendiri menuju kerajaan Majapahit.

Maulana Ishaq ke Kadipaten Banyuwangi, Maulana Malik Ibrahim ke Gresik. Sementara Syekh Maulana Ibrohim Asmoro Qondi dan Syekh Maulana Abdullah Asy’ari ditugaskan di Kadipaten Tuban.

Mubalig lainnya ditugaskan di tempat yang berbeda dengan tujuan yang sama, siar ajaran Islam.

Kedatangan Maulana Abdullah Asy’ari di Tuban disambut baik Adipati Tuban Wilwatikta.

Sang Adipati sangat menghormati ulama pendatang tersebut, meski pada saat itu dia belum bisa menerima Islam sebagai agama yang baru.

Bentuk rasa hormatnya kemudian diwujudkan dengan memberikan tanah perdikan (kemerdekaan) di sebuah daerah pegunungan yang saat ini bernama Desa Bejagung, Kecamatan Semanding.

Di daerah inilah Syekh Maulana Abdullah Asy’ari mendirikan sebuah kasunanan dengan nama Kasunanan Bejagung sekitar 1360 M yang pada akhirnya menjadikan beliau dikenal dengan sebutan Sunan Bejagung.

Awalnya, tidak ada istilah Sunan Bejagung Lor dan Sunan Bejagung Kidul karena Sunan Bejagung memang hanya satu yaitu Maulana Abdullah Asy’ari Sunan Bejagung.

Kisah ini berawal dari datangnya seorang santri yang dikirim oleh Syeh Jumadil Kubro.

Namanya, Pangeran Kusumohadi yang tidak lain putra Prabu Brawijaya IV atau Prabu Hayam Wuruk dari salah seorang selirnya.

Kusumohadi pergi meninggalkan kerajaan karena tidak menginginkan tahta kerajaan yang saat itu menjadi rebutan antara Pangeran Wirabumi dan Putri Kusuma Wardani.

Setelah diterima sebagai santri Sunan Bejagung, Kusumohadi berganti nama menjadi Hasyim Alamuddin.

Karena alim, sholeh, dan ketauhidannya sangat tinggi akhirnya Kusumohadi diambil menantu Sunan Bejagung. Dia dinikahkan dengan putrinya bernama Nyai Faiqoh.

Melihat kemampuan menantunya dalam mengajarkan agama, Hasyim Alamuddin dipasrahi siar di wilayah Bejagung Kidul.

Sementara Syekh Maulana Abdullah Asy’ari berpindah atau uzlah ke Bejagung bagian utara (Bejagung Lor). (*)

Editor : Amin Fauzie
#Hasyim Alamuddin #Sunan Bejagung #Kasunanan Bejagung #Pangeran Kusumohadi #Syekh Jumadil Kubro #tanah perdikan #Semanding #siar ajaran Islam #tuban