Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tradisi Kupatan Sapi di Tuban Terancam Punah. Wujud Terima Kasih Pemelihara kepada Rojokoyo-nya

Ahmad Atho’illah • Sabtu, 16 Desember 2023 | 20:00 WIB

Salah satu warga Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang membuat kupat sapi.
Salah satu warga Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang, Kabupaten Tuban, Jawa Timur yang membuat kupat sapi.


TUBAN-Tidak banyak yang mengenal tradisi kupatan sapi. Di sejumlah desa di pelosok di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, tradisi yang memiliki makna wujud kasih sayang pemelihara sapi kepada rojokoyo-nya tersebut digelar pada hari ketujuh Syawal.

Apa yang membedakan kupatan sapi dengan kupatan pada umumnya yang digelar masyarakat Jawa setelah peringatan Idul Fitri tersebut?  

Suntoro, tokoh masyarakat Desa Cepokorejo, Kecamatan Palang menerangkan,  meski pembungkusnya sama-sama dibuat dari bahan yang sama, lontar atau janur, namun kupat sapi memiliki pola yang berbeda dengan kupat Idul Fitri.

Bentuk kupat untuk sapi jantan dan betina pun dibedakan. Sapi jantan bentuknya segitiga menyerupai tanduk. Sementara sapi betina bentuknya menyerupai kerucut.

‘’Dari dulu sudah seperti ini. Kalau maknanya, mungkin karena menyesuaikan jenis kelamin saja,’’ ujar pria 60 tahun itu.

Bentuk Kupat Sapi
Bentuk Kupat Sapi

Sama seperti kupat pada umumnya, kata dia, kupat sapi juga diisi dengan beras dan dimasak.

Bedanya, kalau kupat Idul Fitri dimakan manusia, kupat sapi dimakan sapi peliharaan. Itu pun setelah kupat tersebut dikalungkan ke leher sapi.

‘’Sebenarnya juga bisa dimakan manusia. Karena isinya juga sama, dari beras. Tapi kok nggak pantes kalau manusia ikut makan kupat yang dikhususkan pada rojokoyo,’’ kata dia bergurau.

Suntoro menyampaikan, makna dari kupatan sapi ini merupakan bentuk kasih sayang manusia kepada hewan, sekaligus wujud terima kasih karena sudah membantu para petani bercocok tanam.

Salah satu pemicu lunturnya tradisi ini karena peran sapi untuk membajak sawah tergantikan traktor.

‘’Meski sekarang sudah jarang membajak sawah dengan sapi, tapi tidak bisa menjadi alasan untuk tidak melestarikan budaya yang menjadi warisan leluhur kita. Karena sejatinya kupatan sapi ini adalah bentuk kasih sayang manusia kepada hewan,’’ terang bapak empat anak itu. (*)

Ilustrasi Barang bukti  ( AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Ilustrasi Barang bukti ( AINUR OCHIEM/RADAR BOJONEGORO)
Unggahan ucapan terima kasih Umi Pipik kepada Ivan Gunawan atas gaun pengantin rancangannya untuk Adiba Khanza. (Instagram @_umi_pipik_)
Unggahan ucapan terima kasih Umi Pipik kepada Ivan Gunawan atas gaun pengantin rancangannya untuk Adiba Khanza. (Instagram @_umi_pipik_)
Balasan Ivan Gunawan pada unggahan Umi PipIk, sembari lontarkan candaan,
Balasan Ivan Gunawan pada unggahan Umi PipIk, sembari lontarkan candaan,
Editor : Amin Fauzie
#rojokoyo #kupatan sapi #tradisi #Bentuk kupat #tuban