Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Gelut Pathol, Tradisi Pantura Tuban. Adu Fisik Mempertahankan Diri dari Bajak Laut

Dwi Setiyawan • Senin, 11 Desember 2023 | 16:00 WIB
Gelut Pathol, tradisi nelayan Tuban yang digelar di Pantai Kelapa, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Minggu (12/11).
Gelut Pathol, tradisi nelayan Tuban yang digelar di Pantai Kelapa, Kelurahan Panyuran, Kecamatan Palang, Minggu (12/11).

TUBAN-Gelut pathol merupakan olahraga tradisi khas nelayan di sepanjang pesisir utara Jawa Timur dan Jawa Tengah.

Sebelum era 70-an, gelut pathol sering dilakukan nelayan setelah turun dari perahunya.

Dalam istilah Jawa, gelut berarti berkelahi. Dan, pathol dari paduan kata kekuatan dengan mengandalkan otot.

‘’Gelut ala nelayan ini mirip yudo dan sumo,’’ kata Tony Sudiyantono, salah satu penggagas sekaligus pelestari gelut pathol di Tuban pada era 2000-an.

Di masa itu, Tony yang masih menjabat kepala Bidang Pordikmas dan Jarahnitra Disdikpora Tuban getol menggelar gelut pathol.

Untuk melestarikan tradisi tersebut, dia tidak hanya menyelenggarakan event tersebut setiap tahun, namun juga mendalami asal-usulnya.

Tony menerangkan, dalam gelut pathol diperlukan kesatuan atau kombinasi kekuatan otot bahu, otot paha, dan otot tungkai. Kekuatan fisik ini sangat berkaitan dengan aktivitas nelayan di tengah laut.

Aktivitas tersebut mulai menarik jala, mencari ikan, dan juga mempertahankan diri dari perompak atau bajak laut.

Dalam tradisi nelayan semasa itu, gelut pathol dipertandingkan antarjuragan perahu.

Juragan perahu berperan sebagai botoh atau ofisial tim. Sementara pemainnya adalah anak buah sang juragan perahu.

Sebelum pertandingan, diawali dengan joget atau beksan para botoh yang diikuti anak buahnya. Joget tersebut diiringi dengan gamelan atau tetabuhan pegon yang terdiri dari kendang, kempul, dan gong.

Dalam pertandingan ini, tidak ditentukan kelas atau bobotnya. Terpenting, adalah pemain berani diadu.

Begitu tradisionalnya gelut ini, wasit atau pemimpin pertandingan pun disepakati antarbotoh.

Dalam gelut pathol, setiap pemain harus melilitkan tali lawe yang pada pinggang. Tali lawe inilah yang nantinya dijadikan pegangan lawan.

Aturan permainan gelut pathol adalah siapa pun yang berhasil mengangkat dan menjatuhkan lawan hingga patatnya menyentuh pasir, itulah pemenangnya.

Tony mengatakan, upaya melestarikan tradisi ini beberapa kali dilakukan institusinya.

Mulai menggelar event tersebut pada peringatan kemerdekaan hingga mengangkat budaya tersebut pada festival olahraga tradisional di Jakarta pada 2003. Hasilnya, masih sulit mengembalikan tradisi ini ke nelayan.

Dia menyebut lunturnya budaya gelut pathol tersebut karena tidak ada upaya dari pendahulunya untuk menurunkan kepada generasi peneruskan.

Pemicu lain, nelayan sekarang tak tertarik dengan tradisi ini. (*)

SOLID: Kader dan simpatisan PDI-P diminta untuk tetap tegak lurus memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud.
SOLID: Kader dan simpatisan PDI-P diminta untuk tetap tegak lurus memenangkan pasangan Ganjar-Mahfud.
Editor : Amin Fauzie
#tradisi #nelayan #gulat #Gelut Pathol #pesisir #tuban