Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Makam Barat Ketigo di Wilayah Kasunanan Bejagung, Tuban Diyakini Makam Gajah Mada. Panjang Makam 5 Meter

Dwi Setiyawan • Sabtu, 9 Desember 2023 | 03:21 WIB
Hari Winarko, Kepala Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur membersihkan batu nisan makam Barat Ketigo.
Hari Winarko, Kepala Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur membersihkan batu nisan makam Barat Ketigo.

TUBAN-Bumi Tuban menyimpan sejarah Mahapatih Gajah Mada. Makam Patih Barat Ketigo di Dusun Taragan, Desa Prunggahan Wetan, Kecamatan Semanding, Kabupaten Tuban, Jawa Timur diyakini masyarakat Tuban dan sekitarnya sebagai makam Patih Majapahit tersebut.

Masyarakat sekitar mengenalnya dengan Makam Panjang. Nama tersebut identik dengan salah satu kuburan tua di bagian barat kompleks makam seluas 0,5 hektar (ha) tersebut.

Makam Panjang dengan batu nisan kuno tersebut panjangnya 5 meter (m). Panjang makam ini di luar kewajaran kuburan pada umumnya yang hanya 1-2 m saja.

Tidak ada tulisan pada kedua batu nisannya yang menyerupai kubah masjid tersebut.

Makam yang gundukannya setinggi 2 m dan ditumpuki batu tersebut bersebelahan dengan sebuah pohon randu alas tua nan lebat.

Lingkaran bawah pohon ini sekitar 15 meter (m). Tingginya menjulang kurang lebih 30 m.

Yang menjadikan pohon ini terlihat angker adalah gurat kulit pohonnya yang khas.

Pengajian rutin setiap Jumat Wage di makam Barat Ketigo.
Pengajian rutin setiap Jumat Wage di makam Barat Ketigo.

Tidak hanya makam panjang ini saja yang kuno. Masih ada belasan kuburan lain di sekitarnya yang diperkirakan berusia ratusan tahun.

Makam-makam tersebut berbatu nisan kuno yang berbahan batu gilang. Warnanya hitam pekat.

Profil batu nisan tersebut beragam. Sebagian tertulis aksara Jawa. Sebagian kondisinya rusak dan terkubur tanah. Sebagian batu yang menancap di kompleks kuburan ini mirip prasasti.

Kepala Desa Prunggahan Wetan Hari Winarko mengatakan, dari sumber sejarah, keberadaan Makam Panjang di kawasan Kasunanan Bejagung ini diperkirakan sejak 1300 masehi.

Menurut dia, konon, kasunanan di wilayah selatan Kota Tuban tersebut didirikan Maulana Abdullah Asy’ari (Sunan Bejagung Lor).

Pada perkembangannya, siar agama wali Allah tersebut dibantu Pangeran Kusumohadiningrat atau Pangeran Sudimoro yang tak lain putra Prabu Brawijaya IV atau Prabu Hayam Wuruk.

Setelah menjadi menantu Sunan Bejagung Kidul, Pangeran Sudimoro berjuluk Sunan Bejagung Kidul.

Kalau ditarik garis lurus ke barat daya, Makam Panjang ini hanya berjarak sekitar 100m dari Makam Sunan Bejagung Kidul.

Jaraknya dengan Watu Gajah tak lebih dari 150m arah yang sama.

Gugusan batu besar ini dikaitkan masyarakat Tuban dengan salah satu karomah Sunan Bejagung yang mengutuk pasukan gajah dari Kerajaan Majapahit yang hendak masuk wilayah Bejagung menjadi batu.

Begitu juga dengan siti garet atau tanah yang digaret Kanjeng Sunan untuk membatasi wilayahnya agar tidak dimasuki tentara Majapahit lebih dekat lagi. Jaraknya kurang dari 100m.

Hari Winarko menyampaikan, kompleks Makam Panjang dan kuburan yang diyakini bersemayam jasad Patih Gajah Mada tersebut nyaris tak terawat.

Menurut dia, sejumlah pejabat tinggi pernah ziarah ke Makam Panjang untuk ngalab barokah. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Kasunanan Bejagung #Makam Panjang #Patih Barat Ketigo #gajah mada #Desa Prunggahan Wetan #tuban #watu gajah