TUBAN-Mengapa pusat pemerintahan Kadipaten Tuban pertama yang berlokasi di kantor pemerintahan Desa Prunggahan Kulon, Kecamatan Semanding lenyap seperti ditelan bumi?
Hancurnya pusat pemerintahan pertama Tuban tersebut ditulis pada buku Kerajaan-Kerajaan Islam Pertama karya Graaf.
Pada buku tersebut disebutkan pasca runtuhnya Demak, banyak kabupaten-kabupaten yang melepaskan diri dari pusat kekuasaan di Jawa Tengah. Salah satunya Tuban.
Setelah Mataram berhasil bangkit kembali, terutama masa kejayaan Sultan Agung, Raja Mataram III tersebut terobsesi untuk menguasai kabupaten-kabupaten yang melepaskan diri.
Sejumlah kabupaten-kabupaten yang semula melepaskan diri, mulai diserang kembali oleh Mataram untuk ditundukkan.
Serangan pertama dimulai pada 1598 dan 1599. Namun, serangan tersebut berhasil dipatahkan penguasa Tuban.
Pada 1619, bala tentara Mataram kembali menyerang Tuban memenangkan pertempuran. Serangan tersebut memorakporandakan seluruh kota.
Dalam catatan buku tersebut disebutkan pusat kota tersebut berada sekitar 5 Km selatan dari pusat pemerintahan sekarang.
Buku tersebut juga menyebutkan, bekas alun-alun Tuban zaman dahulu masih tersisa, meski tiada bangunan secuil pun.
Alun-alun itu kini menjadi pelataran di samping balai Desa Prunggahan Kulon.
Pelataran itu tidak begitu luas. Hanya kurang lebih 2000 meter persegi.
Sejak dihancurkan itulah pusat kekuasaan Tuban pindah ke utara mendekati Pantai Boom.
Di tempat inilah, dibangun rumah bupati sekaligus kantor pemerintahan, alun-alun, masjid, dan bangunan lain. (*)